Tujuh Kondisi Boleh Menghentikan Shalat

0
1051

BincangSyariah.Com – Takbiratul ihrām merupakan tindakan yang menandai bahwa seseorang sudah masuk dalam prosesi ibadah shalat. Setelah melakukan takbiratul ihram, seseorang diharamkan melakukan hal-hal yang dapat membatalkan shalat secara sengaja, seperti makan, minum, bicara, dan sebagainya.

Artinya, ketika sudah shalat, kemudian ia sengaja minum atau makan, dan ia mengetahui bahwa hal itu tidak boleh, maka selain shalatnya batal, ia pun berdosa karena sengaja membatalkan shalat, walaupun shalat sunah. Namun, menurut Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam al-Fiqhul Islāmī wa Adillatuh, ada tujuh kondisi kita boleh menghentikan aktivitas shalat di tengah-tengah kondisi sedang shalat.

Pertama, ada barang berharga yang dicuri, walaupun bukan milik orang yang sedang shalat itu sendiri.

Kedua, seorang perempuan yang khawatir atas anaknya, masakan gosong, atau wajan tumpah karena ada kucing.

Ketiga, musafir yang sedang shalat khawatir barangnya dicuri maling.

Keempat, membunuh hewan menyengat yang membutuhkan gerakan yang cukup banyak.

Kelima, menangkap hewan peliharaan yang kabur.

Keenam, tidak tertahan ingin kencing atau buang air besar.

Ketujuh, dipanggil kedua orang tua saat sedang shalat sunah. Dalam shalat wajib, seseorang tidak boleh menghentikan shalatnya sekalipun kedua orang tua memanggil, kecuali dalam keadaan mendesak yang membahayakan nyawa keduanya.

Dalam tujuh keadaan tersebut, seseorang yang menghentikan atau membatalkan shalatnya itu tidak dikategorikan sebagai dosa. Wallahualam

Baca Juga :  Manfaat Baca ‘La Ilaha Illallah’ Setelah Shalat Shubuh


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here