Tujuh Hal yang Dimakruhkan Saat Berwudu

0
3569

BincangSyariah.Com – Wudu merupakan syarat mutlak sebelum menjalankan ibadah salat. Ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika berwudu. Baik masalah fardu-fardunya, sunah-sunahnya maupun hal-hal yang dimakruhkan saat berwudu. Berikut ini adalah tujuh hal yang dimakruhkan saat berwudu.

Pertama. Berlebihan dan terlalu irit dalam menggunakan air. Hal ini dikarenakan bertentangan dengan sunah yang berdasarkan firman Allah swt.

وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S. Al-A’raf/7: 31). Selain itu Nabi saw. bersabda:

إِنَّهُ سَيَكُونُ فِي هَذِهِ الأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الطَّهُورِ وَالدُّعَاءِ. رواه ابو داود.

Sungguh akan ada suatu kaum di umat ini yang melampaui batas dalam bersuci dan berdoa. (HR. Abu Daud)

Kedua. Mendahulukan tangan kiri dan mengakhirkan tangan kanan, serta mendahulukan kaki kiri daripada kaki kanan. Hal ini dimakruhkan karena tidak sesuai dengan yang dilakukan oleh Nabi saw.

Ketiga. Mengeringkan anggota tubuh yang dibasuh saat wudu dengan sapu tangan (atau semisalnya) kecuali ada udzur. Seperti sangat dingin, atau sangat panas yang dapat membahayakan anggota tubuh jika masih ada sisa air. Atau takut terkena najis. Kemakruhan memakai sapu tangan untuk mengeringkan anggota wudu adalah berdasarkan hadis riwayat Maimunah

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أُتِىَ بِمِنْدِيلٍ فَلَمْ يَمَسَّهُ

Bahwasanya Nabi saw. diberi sapu tangan, namun beliau tidak mengusap anggota tubuhnya (dengan sapu tangan itu). (HR. Muslim)

Keempat. Memukul wajah dengan air (saat wudu). Hal ini dimakruhkan karena tidak memuliakan wajah (yang seharuskan cukup dibasuh dengan pelan).

Kelima. Membasuh atau mengusap anggota wudu lebih atau kurang dari tiga kali. Hal ini sebagaimana hadis di dalam Sunan Abi Daud, di mana terdapat riwayat bahwa setelah Nabi saw. berwudu dan mengusap tiga kali- tiga kali (setiap membasuh dan mengusap), beliau bersabda:

Baca Juga :  Tata Cara Membasuh Tangan yang Buntung saat Wudu

هَكَذَا الْوُضُوءُ فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا أَوْ نَقَصَ فَقَدْ أَسَاءَ وَظَلَمَ

Beginilah wudu itu, siapa yang lebih atau kurang dari ini maka ia telah berbuat keburukan atau dzalim. (HR. Abu Daud). Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Majmu mengatakan bahwa hadis ini shahih. Maknanya adalah bahwa siapa yang meyakini bahwa membasuh atau mengusap yang lebih atau kurang dari tiga kali itu adalah sunah, maka hal itu adalah buruk dan dzalim karena telah menyelisihi sunah yang dijalankan oleh Nabi saw.

Keenam. Meminta tolong orang lain untuk membasuhkan anggota tubuhnya dengan tanpa ada alasan/udzur. Karena hal ini merupakan bentuk dari takabbur yang tidak diperkenankan bagi hamba.

Ketujuh. Berlebih-lebihan ketika berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung bagi orang yang sedang berpuasa. Hal ini karena dikhawatirkan air tersebut ada yang masuk sampai tenggorokannya yang dapat merusak puasa. Sebagaimana sabda Nabi saw.

وَبَالِغْ فِي الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

Dan berlebih-lebihanlah dalam memasukkan air ke dalam hidung kecuali kalian dalam keadaan puasa. (HR. Abu Daud). Adapun berkumur-kumur hukumnya disamakan dengan memasukkan air ke dalam hidung.

Demikianlah tujuh hal yang dimakruhkan saat berwudu sebagaimana yang telah diterangkan di dalam kitab Alfiqh Almanhaji Ala Madzhab Al-Imam Al-Syafii Karya Dr. Mustafa Bagha dan penyusun lainnya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here