Hukum Menyampaikan Titipan Salam untuk Nabi Muhammad Saw

1
9395

BincangSyariah.Com – Ketika ada jemaah haji yang hendak berangkat ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah, kita menyaksikan banyak keluarga, kerabat, tetangga, dan lainnya menitipkan salam untuk Nabi Muhammad Saw. Menitip salam kepada Nabi Saw. melalui jemaah haji diperbolehkan dalam Islam.

Dalam Islam, tradisi titip salam sudah dikenal sejak masa Nabi Saw. masih hidup. Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Malaikat Jibril pernah menitipkan salam kepada Sayidah Aisyah melalui Nabi Saw. Hadis dimaksud diriwayatkan Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkata bahwa Nabi Saw. berkata kepadanya;

  يَا عَائِشَةُ هَذَا جَبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقَالَتْ: وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى –تريد النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم

“Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu. Kemudian Aisyah berkata, ‘Salam juga untuknya, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadanya. Engkau dapat melihat perkara-perkara yang tidak dapat aku lihat –yang dimaksud adalah Nabi Saw.’”

Bahkan ketika Nabi Saw. sudah wafat, ada malaikat yang memang bertugas menyampaikan salawat dan salam dari umatnya untuk beliau. Dalam hadis riwayat Imam Nasa’i dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi Saw. bersabda;

إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً سَيَّاحِينَ فِى الأَرْضِ يُبَلِّغُونِى مِنْ أُمَّتِى السَّلاَمَ

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling di muka bumi, mereka menyampaikan salam untukku dari seluruh umatku.”

Dari hadis ini, meski Nabi Saw. sudah wafat, para ulama membolehkan menitipkan salam untuk disampaikan kepada beliau melalui jemaah haji atau lainnya. Dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi mengajarkan cara menyampaikan titipan salam untuk Nabi Muhammad Saw. dari orang lain, sebagai berikut;

الّسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ الله ِمِنْ فُلاَنِ ابْنِ فُلاَنِ      وَفُلَان ابْن فلان يُسَلِّمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ الِله

Baca Juga :  Haid Ketika Umrah, Bolehkah Tetap Melaksanakan Rukun-rukunnya?

Assalamu ‘alaika Ya Rasulullah dari ..(sebut nama orang yang menitipkan salam). Atau, ……(sebut nama orang yang menitipkan salam) mengucapkan salam kepada engkau wahai Rasulullah.”

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Menitipkan salam kepada seseorang untuk disampaikan kepada sejawat, teman, guru, kiai, atau famili merupakan kebiasaan yang masih lumrah dilakukan oleh masyarakat kita saat ini. Biasanya titipan salam tersebut tidak menggunakan bahasa Arab, melainkan menggunakan bahasa nasional atau lokal, semisal: “Salam ya buat kyaimu”. Apakah wajib bagi orang menjadi perantara tadi untuk menyampaikan salam tersebut? Dan apakah bagi orang yang menerima titipan salam tersebut wajib untuk menjawabnya? (Baca: Hukum Menyampaikan Titipan Salam untuk Nabi Muhammad Saw) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here