Tingkatkan Sistem Imun dengan Al-Qur’an di Tengah Ancaman Corona

0
4133

BincangSyariah.Com – Hingga 20 Maret 2020, Virus Corona Covid-19 telah menjadi pandemik global, berdasarkan data yang diterbitkan oleh WHO dan Coronavirus Resource Center Jhins Hopkins University & Medicine, sudah ada 169 negara yang terinfeksi virus ini, salah satunya Indonesia. Jumlah korban yang terinfeksi virus ini semakin hari semakin meningkat, sedangkan hingga saat ini vaksin untuk mencegah berkembangnya virus ini belum juga ditemukan, tanpa disadari kondisi ini mengakibatkan kepanikan dan stres.

Menurut dr. Fatwa Sari, seorang Pakar Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Gadjah Mada, rasa cemas, khawatir dan stres sering dialami banyak orang yang sedang menghadapi situasi krisis menghadapi Covid-19 seperti saat ini.

Dalam penjelasannya, dr. Fatwa menyatakan bahwa stres dapat menurunkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh manusia, sedangkan salah satu cara untuk mencegah berkembangnya virus corona ini adalah dengan kekebalan tubuh yang baik.

Dalam situs halodoc.com dijelaskan ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperkuat sistem imun kita seperti rutin berolahraga, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup, dan mengelola stress dengan baik.

Tahukan kita bahwa ternyata membaca Al-Qur’an dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia?

Menurut Prof. Dr. KH. Achmad Satori Ismail, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ketua Umum IKADI (Ikatan Dai Indonesia) dalam salah satu khutbahnya mengatakan bahwa dalam suatu konferensi kedokteran di Kairo, Doktor Ahmad Al-Qodli seorang ahli jantung dan direktur lembaga pendidikan dan penelitian kedokteran Islam di Amerika mengatakan bahwa mendengarkan atau membaca al-Qur’an dapat menimbulkan ketenangan jiwa yang menyebabkan meningkatnya daya imunitas tubuh dalam melawan serangan berbagai macam penyakit.

Pernyataan ini didasarkan pada sebuah riset lapangan yang dilakukannya pada 210 pasien selama 48 kali pengobatan yang diiringi dengan membaca atau mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Riset tersebut menunjukkan, 77% dari sanpel yang diambil secara acak yang terdiri dari muslim dan non-muslim menunjukkan adanya gejala pengenduran syaraf yang tegang dan mendatangkan ketenangan jiwa.

Selanjutnya gejala tadi direkam dengan alat pendeteksi elektronik yang dilengkapi dengan komputer untuk mengetahui perubahan yang terjadi dalam tubuh pasien selama pengobatan. Al-Qodli menyatakan bahwa cara tersebut dapat mengaktifkan dan meningkatkan daya kekebalan tubuh dan mempengaruhi proses kesembuhan pasien.

Firman Allah :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al-Isra ; 82)

Sabda Nabi :

“Dan tiadalah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah Allah (masjid) membaca kitabullah (Al-Quran) dan mempelajarinya kecuali akan dikelilingi Malaikat, dianugerahi ketenangan, diliputi rahmat dan disebut-sebut Allah dihadapan makhluk yang dekat kepadanya “ (HR. Muslim).

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Buletin Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang berjudul Religiopsikoneuroimunologi Al-Qur’an membahas mengenai terapi Al-Qur’an dan fungsi otak dalam menghadapi stres. Religiopsikoneuroimunologi adalah gabungan antara agama, jiwa, sistem saraf dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Penelitian tersebut mengungkap adanya pengaruh yang luar biasa ketika seseorang membaca atau mendengarkan bacaan Al-Qur’an terhadap suasana batinnya.

Berdasarkan uraian di atas, kita dapat mengambil sebuah poin di mana membaca atau mendengarkan al-Qur’an dapat mengendurkan saraf yang tegang, sehingga timbullah ketenangan jiwa yang dapat menghilangkan stres dan membuat imunitas tubuh kita menjadi lebih baik. Ketika imunitas tubuh kita baik, maka dia akan mampu melawan serangan berbagai macam penyakit.

Dalam pemaparannya di narasi.tv dr. Nahla Shihab menyatakan bahwa orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik kemungkinan gejala yang timbul sangat ringan atau bahkan sama sekali tidak ada gejalanya walaupun virus ini sudah ada didalam tubuhnya. Dan orang dengan daya tahan tubuh yang baik akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, karena pada dasarnya virus itu memang self limited disease. Jadi, daya tahan tubuh kita sendiri bisa membasmi virus itu ketika sistem kekebalan tubuh kita baik.

Dalam rangka menekan angka penyebaran virus corona ini, Pemerintah mengeluarkan kebijakan bagi masyarakat untuk untuk berkativitas, bekerja dan beribadah di rumah, hal ini tentu membuat kita memiliki lebih banyak luang. Mari kita manfaatkan waktu tersebut untuk banyak-banyak membaca dan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an sehingga hati kita tetap tenang dan pikiran kita tetap stabil agar mampu waspada dalam menghadapi wabah ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here