Tiga Waktu Mustajab di Hari Jumat

0
581

BincangSyariah.Com – Hari Jum’at adalah hari raya mingguan umat islam. Di mana pada hari tersebut semua umat islam yang memiliki kewajiban sholat jum’at berkumpul di masjid masing-masing. Mereka yang memiliki banyak kesibukan dan jarang bertemu, bisa melepas kerinduan dengan tetangga atau keluarga di hari jum’at. Karena di semua titik kampung berkumpul di masjid untuk menunaikan sholat jum’at yang salah satu syaratnya harus dikerjakan minimal 40 orang (berdasarkan Mazha Syafi’i).

Dalam QS. Al-Jum’ah (62) : 9, Allah Swt. berfirman tentang hari dan sholat jum’at,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Dalam Tafsir Jalalain (j. 2 hal. 459), yang dimaksud dzikrillah adalah sholat. Yakni sholat jum’at. Artinya, semua urusan dunia hendaknya ditinggalkan dulu ketika adzan jum’at sudah dikumandangkan. Yang petani, tinggalkan taninya. Yang pedagang, tutup dulu lapaknya. Yang nelayan, pulang dulu ke daratan. Karena, seperti dan sebanyak apapun dunia yg dimiliki, tetap sholat jum’at lebih baik dari itu semua.

Bukan hanya karena ada perintah sholat jum’at, hari jum’at menjadi istimewa karena ada waktu utama di dalamnya. Di mana waktu utama tersebut sangat mustajab, sangat baik untuk memanjatkan doa. Karena harapan untuk dikabulkan lebih besar dari pada berdoa di hari lainnya. Sehingga, para petani, pedagang, dan yang lainnya bisa berdoa sesuai hajat masing-masing yang berkaitan dg akhirat dan dunia. Bisa saja pertanian dan dagangannya bertambah laris dan berkah berkat doa di hari jum’at.

Baca Juga :  Meninggalkan Shalat Jumat Karena Macet, Dosakah?

Lalu, kapan waktu mustajab tersebut? Apakah di malam harinya, atau di siang harinya? Apakah pas sholat jum’at? Sebelum atau sesudahnya?

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu merujuk pada keterangan yang terdapat dalam al-quran, hadits, dan kitab-kitab kuning. Baik secara tekstual maupun kontekstual.

Dalam Kitab Ibanatul Ahkam (j. 2 hal. 91-93), setidaknya ada tiga hadis yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Walaupun sebenarnya ada sekitar 43 pendapat ulama tentang waktu mustajab di hari jum’at. Mengenai waktu mustajab di hari jum’at, Rasulullah Saw. bersabda,

فيه ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلي يسأل الله عز وجل شيئا الا اعطاه اياه واشار بيده يقللها

Fihi sa’atun la yuwafiquha abdun muslimun wahuwa qoimun yusholli yasalullaha azza wajalla syaian illa a’thohu iyyahu.

Di hari jum’at ada waktu yang tidaklah seorang muslim berdiri melaksanakan sholat dan meminta sesuatu kepada Allah Swt., kecuali akan dikabulkan sesuai permintaannya. (HR. Muttafaq Alaihi)

Pertama, waktu di antara imam duduk di atas mimbar sampai selesai sholat. Ini berdasarkan hadis dari Abu Burdah ra. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah Saw. bersabda,

هي ما بين ان يجلس الامام الى ان تقضى الصلاة

Hiya ma baina an yajlisal imamu ila an tuqdlossholatu

Waktu mustajab itu adalah antara imam duduk di atas mimbar hingga selesai sholat.

Kedua, dia akhir waktu setiap jam di hari jum’at. Ini berdasarkan hadis dari Abdullah Bin Salam. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Rasulullah Saw. bersabda:

اخر ساعة من ساعات النهار

Akhiru sa’atin min saa’atinnahari.

(Waktu mustajab itu) Di akhir waktu (jam) dalam waktu seharian penuh.

Ketiga, waktu antara sholat ashar sampai terbenam matahari. Ini berdasarkan hadis dari Jabir bin Abdullah. Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan an-Nasa’i. Rasulullah Saw. bersabda,

Baca Juga :  Hukum Shalat Jumat bagi Musafir

انها ما بين صلاة العصر وغروب الشمس

Annaha ma baina sholatil ashri wa ghurubisysyamsi

Sesungguhnya waktu mustajab tersebut adalah antara sholat ashar dan terbenamnya matahari.

Berdasarkan hadits di atas, maka waktu mustajab di hari jum’at sudah ada keterangan langsung dari nabi. Kita bisa memilih salah satu dari yang tiga atau memilih kesemuanya. Namun, yang paling baik kita tetap menjadikan seluruh siang dan malam jum’at menjadi hari yang paling spesial yang harus lebih diperhatikan. Kita hidupkan malam dan siang jum’at dengan memperbanyak dzikir dan doa.

Allah Ta’ala A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here