Tiga Hal yang Disunahkan Setelah Salat

0
1963

BincangSyariah.Com – Salat lima waktu dalam sehari merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Lalu, apa yang sebaiknya umat muslim lakukan setelah melaksanakan salat?. Berikut adalah tiga hal yang disunahkan bagi umat muslim setelah melaksanakan salat. Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafii.

Pertama. Meminta ampunan/beristighfar, zikir dan membaca doa. Anjuran meminta ampunan/beristighfar dan berzikir ini berdasarkan riwayat Tsauban

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَقَالَ « اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ ». رواه مسلم.

Rasulullah saw. ketika selesai dari salatnya, maka beliau beristighfar tiga kali. Lalu beliau membaca “Allahumma Antas Salaam, Wa minkas Salam, Tabaarakta Ya Dzal Jalaali Wal Ikraam.” (HR. Muslim).

Adapula riwayat dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah saw. Beliau bersabda:

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ. رواه مسلم.

Siapa yang membaca tasbih ketika setiap selesai salat 33 kali, memuji Allah (mengucapkan alhamdulillah) 33 kali, dan mengucapkan takbir 33 kali, yang semua itu 99 kali. Dan ia mengucapkan sebagai penyempurna 100 Lailaha illa Allahu wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa alaa kulli syain qadiir. Maka kesalahan-kesalahannya (dosa kecilnya) akan diampuni meskipun (kesalahannya itu banyaknya) seperti buih di lautan (banyaknya). (HR. Muslim).

Adapun terkait anjuran membaca doa setelah salat, salah satu dasarnya adalah riwayat Muadz bin Jabal sebagaimana berikut.

Baca Juga :  Siapakah Ahli Dzikir Itu?    

أَنَّ رَسُولَ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ. وَقَالَ: يَا مُعَاذُ، وَاللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّكَ فَقَالَ: أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. رواه ابو داود.

Bahwasannya Rasulullah saw. memegang tangan Muadz. Beliau bersabda; “Wahai Muadz, demi Allah sungguh aku mencintaimu, demi Allah sungguh aku mencintaimu.” Lalu beliau besabda (lagi), Aku wasiatkan kepadamu wahai Muadz, janganlah kamu tinggalkan di setiap setelah salat berdoa “Allahumma A’inni Alaa Dzikrika Wa Syukrika Wa Husni Ibaadatik/ Ya Allah bantulah aku untuk selalu mengingatMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah dengan baik kepadaMu””(HR. Abu Daud).

Terkait bacaan dzikir lengkap setelah salat, kami telah menuliskannya dalam tulisan khusus (klik di sini). Sementara terkait doa, sebenarnya masih banyak riwayat doa bil ma’tsur dari Nabi saw. yang bisa dipanjatkan setelah salat. Ulama-ulama pun telah menyusun kitab khusus tentang doa-doa seperti karya imam An-Nawawi yang berjudul Al-Adzkar.

Kedua. Berpindah tempat untuk melaksanakan salat sunah, yang berbeda dengan tempat yang digunakan untuk salat fardu. Hal ini dikarenakan agar tempat yang digunakan untuk sujud semakin banyak dan dapat menjadi saksi di akhirat kelak. Namun, lebih baiknya jika salat sunah itu dilaksanakan di dalam rumah, jika salat fardunya dilaksanakan di dalam masjid. Hal ini didasarkan oleh hadis Nabi saw. beliau bersabda:

فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ. رواه البخاري.

Salatlah wahai manusia di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya salat yang paling utama adalah salatnya seseorang di dalam rumahnya kecuali salat fardu/wajib. (HR. Al-Bukhari)

Ketiga. Jika para laki-laki salat di dalam masjid, dan terdapat jamaah perempuan di belakang. Maka disunahkan bagi mereka untuk diam terlebih dahulu di tempat mereka masing-masing sampai jamaah perempuan keluar dari masjid. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi ikhtilath/campur antara jamaah laki-laki dan perempuan. Anjuran untuk menunggu jamaah perempuan keluar dari masjid terlebih dahulu berdasarkan riwayat Ummu Salamah sebagaimana berikut.

Baca Juga :  Tujuh Syarat Ini Menjadikan Seseorang Wajib Salat Jumat

أن النساء في عهد رسول الله – صلى الله عليه وسلم – كن إذا سلمن من المكتوبة قمن وثبت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ومن صلى من الرجال ما شاء الله، فإذا قام رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قام الرجال. رواه البخاري.

Bahwasannya para perempuan di masa Rasulullah saw. mereka ketika selesai dari salat, maka mereka berdiri sementara Rasulullah saw. (masih) tetap (di tempatnya) beserta para laki-laki yang salat sesuai kehendak Allah. Lalu ketika Rasulullah saw. berdiri, maka berdirilah para laki-laki tersebut. (HR. Al-Bukhari).

Demikianlah tiga hal yang disunahkan setelah melaksanakan salat fardu. Yakni membaca istighfar, zikir dan doa, berpindah tempat ketika melaksanakan salat sunah, dan bagi laki-laki hendaknya menunggu jamaah perempuan terlebih dahulu untuk pulang, baru mereka berdiri, agar tidak bercampur baur. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here