Tiga Ciri Orang yang Celaka di Dunia

0
3113

BincangSyariah.Com – Saat Allah ridha terhadap hamba-Nya maka akan dimudahkan bagi sang hamba untuk beribadah kepada-Nya. Adapun jika Allah tidak meridhainya maka hal sebaliknya yang terjadi, ia akan menjadi orang yang celaka di dunia. Dalam sebuah hadis dikatakan

عن ابي هريرۃ عن النبي صلي اﷲ عليه وسلم قال ان اﷲه تعالي اذا احب عبدا قال لجبريل اني احب فلانا فاحبه فيقول جبريل لاهل السماء ان ربكم يحب فلانا فاحبواه فيحبه اهل السماء فيوضع له القبول في الارض واذا ابغض اﷲ عبدا فمثل ذالك

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad Saw. bersabda sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai seorang hamba, Dia akan berkata kepada Jibril, ‘Sesungguhnya Aku mencintai fulan maka cintailah dia,’ maka jibril menyampaikan kepada para penghuni langit lainnya, ‘Sesungguhnya Tuhanmu mencintai fulan maka cintailah dia,’ maka para penghuni langit akan mencintainya dan ditentukan baginya karunia di muka bumi. Dan jika Allah membenci hamba-Nya maka seperti itu juga. (HR. Tirmizi)

Berdasarkan hadis di atas, Abu Layyist Samarqandi menjelaskan dalam kitab Tanbihul Ghafilin, bahwa ciri-ciri Allah ta’ala tidak ridha terhadap hamba-Nya maka bukan tidak mungkin ia akan mengalami hal celaka di muka bumi ini, berikut ciri-cirinya

Pertama, orang yang dikaruniai ilmu yang dalam tetapi ia terhalang dari berbuat dan berakhlak selayaknya ulama. Ilmunya tidak memberinya kemanfaatan sama sekali.

Kedua, diberi rejeki berupa dekat dengan orang-orang saleh serts sering bergaul bersama mereka akan tetapi dia terhalang dari mengetahui hakekat orang yang saleh dan hidayah tidak menyentuhnya karena ia sibuk membanggakan kedekatannya dengan para orang saleh

Ketiga, orang yang dibukakan atasnya pintu-pintu ketaatan akan tetapi dia terhalang dari keikhlasan dalam melakukannya. Maka sia-sia segala amal perbuatannya selama di dunia kecuali dia menyadari akan kekhilafannya.

Baca Juga :  Menguap Ketika Shalat, Apakah Harus Menutup Mulut?

Menurut Abu Layyist Samarqandi hal tersebut karena jeleknya niat dan buruknya amal yang dikerjakan di kala senyapnya. Sebab seandainya niat itu benar niscaya Allah Swt akan mengaruniahi keberkahan ilmu dan keikhlasan dalam beramal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here