Tiga Cara Melakukan Istikharah

0
10

BincangSyariah.Com – Umumnya, kita hanya mengenal meminta petunjuk yang baik dengan cara melakukan shalat istikharah dan setelah itu disertai membaca doa istikharah dalam rangka untuk memohon petunjuk kepada Allah. Memang ini cara istikharah yang paling utama, namun bukan satu-satunya cara melakukan istikharah. Menurut para ulama, ada tiga bentuk dan cara melakukan istikharah dalam Islam.

Pertama, istikharah dengan melakukan shalat istikharah dua rakaat, dan kemudian dilanjutkan dengan membaca doa istikharah yang telah ma’tsur dari Nabi Saw. Cara ini adalah cara yang telah disepakati oleh para ulama dan merupakan cara yang paling utama.

Kedua, istikharah dengan membaca doa istikharah saja, tanpa disertai shalat apapun, baik shalat istikharah atau shalat-shalat lainnya. Doa istikharah yang dibaca bisa doa yang biasa dibaca setelah shalat istikharah, atau doa-doa istikharah lainnya.

Ketiga, istikharah dengan membaca doa istikharah setelah melakukan shalat tertentu selain shalat istikharah, seperti setelah shalat wajib, shalat dhuha, shalat witir dan lainnya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut:

وَرَدَ فِي الاِسْتِخَارَةِ حَالاَتٌ ثَلاَثٌ:الأْولَى: وَهِيَ الأْوْفَقُ، وَاتَّفَقَتْ عَلَيْهَا الْمَذَاهِبُ الأْرْبَعَةُ، تَكُونُ بِرَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ بِنِيَّةِ الاِسْتِخَارَةِ، ثُمَّ يَكُونُ الدُّعَاءُ الْمَأْثُورُ بَعْدَهَا.الثَّانِيَةُ: قَال بِهَا الْمَذَاهِبُ الثَّلاَثَةُ: الْحَنَفِيَّةُ، وَالْمَالِكِيَّةُ، وَالشَّافِعِيَّةُ، تَجُوزُ بِالدُّعَاءِ فَقَطْ مِنْ غَيْرِ صَلاَةٍ ، إِذَا تَعَذَّرَتِ الاِسْتِخَارَةُ بِالصَّلاَةِ وَالدُّعَاءِ مَعًا.الثَّالِثَةُ: وَلَمْ يُصَرِّحْ بِهَا غَيْرَ الْمَالِكِيَّةِ، وَالشَّافِعِيَّةِ، فَقَالُوا: تَجُوزُ بِالدُّعَاءِ عَقِبَ أَيِّ صَلاَةٍ كَانَتْ مَعَ نِيَّتِهَا، وَهُوَ أَوْلَى، أَوْ بِغَيْرِ نِيَّتِهَا كَمَا فِي تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ

Cara mengerjakan istikharah ada tiga: Pertama, dan ini yang lebih sesuai sunnah dan disepakati oleh para ulama empat madzhab, yaitu mengerjakan shalat dua rakaat dengan niat shalat istikharah, kemudian setelah itu membaca doa yang telah ma’tsur dari Nabi Saw.

Kedua, ini merupakan pendapat ulama tiga madzhab, Hanafiyah, Malikiyah dan Syafiiyah, istikharah boleh dengan doa saja tanpa shalat, jika tidak bisa melakukan istikharah dengan shalat dan doa secara bersamaan.

Ketiga, ini hanya ditegaskan oleh ulama Malikiyah dan Syafiiyah, istikharah boleh dengan doa setelah melakukan shalat apa saja, baik dengan niat istikharah dan ini lebih utama, atau tanpa niat istikharah, seperti shalat tahiyatul masjid.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here