Tiga Amalan Sunah Pada Hari Arafah

0
285

BincangSyariah.Com – Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Menurut sebagian ulama, hari Arafah merupakan hari paling utama dan mulia di bulan Dzulhijjah. Sedangkan sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa hari Nahr atau Idul Adha adalah yang paling utama.

Banyak riwayat hadis Nabi Saw. yang menyebutkan keutamaan hari Arafah. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa hari Arafah termasuk hari raya umat Islam.

يوم عرفة ويوم النحر وأيام التشريق عيدنا أهل الإسلام ، وهي أيام أكل وشرب

“Hari Arafah, hari nahr dan hari-hari tasyriq adalah hari raya kami orang Islam, ia adalah hari makan dan minum.”

Oleh karena itu, para ulama salaf dahulu saling memperingatkan pada hari Arafah untuk sibuk dengan ibadah serta tidak banyak bergaul dengan manusia. Atho’ bin Abi Robah mengatakan pada ‘Umar bin Al Warod,  “Jika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.” Imam Thabrani dalam kitabnya Fadhlu Asyri Dzilhijjah menyebutkan tiga amalan ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan pada hari Arafah.

  1. Berpuasa

Keutamaan berpuasa di hari Arafah, atau tanggal 9 Dzulhijjah, adalah menghapus dosa kecil yang dilakukan selama dua tahun, satu tahun sebelum hari Arafah dan satu tahun berikutnya. Dalam hadis riwayat Imam Nasa’i, Nabi Saw. bersabda;

صوم عاشوراء يكفر السنة الماضية وصوم عرفة يكفر السنتين الماضية والمستقبلة

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

  1. Mandi sebagaimana mandi wajib

Pada hari Arafah disunahkan mandi sebagaimana mandi wajib. Di antara sahabat Nabi Saw. yang menganjurkan mandi pada hari Arafah adalah Sayidina Ali dan Ibnu Mas’ud. Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi bahwa Sayidina Ali berkata;

Baca Juga :  Benarkah Berhubungan Intim pada Malam Jumat Sunah Rasul?

كان يستحب الغسل يوم الفطر ويوم النحر ويوم الجمعة ويوم عرفة

“Disunahkan mandi pada hari Idulfitri, Iduladha, hari Jumat dan hari Arafah.”

  1. Bertakbir pada hari Arafah

Bertakbir ini dimulai setelah shalat subuh pada hari Arafah dan berlanjut hingga setelah shalat Asar pada hari ketiga hari tasyriq. Takbir ini disebut takbir muqayyad yang hanya dilakukan setelah shalat wajib dengan mengeraskan suara. Dalam kitab Almushannaf karya Imam Ibnu Abi Syaibah disebutkan;

عن علي انه كان يكبر من كل صلاة الغداة الى صلاة العصر من اخر ايام التسريق يقول : الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله والله اكبر ولله الحمد.

“Sayidina Ali berktakbir setiap selesai shalat subuh (pada hari Arafah) hingga setelah shalat Asar pada hari terakhir hari tasyriq seraya berkata:

الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله والله اكبر ولله الحمد..



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here