Tidur saat Khutbah Idulfitri, Bagaimana Hukumnya?

0
469

BincangSyariah.Com – Ketika khatib sedang menyampaikan khutbah Idulfitri, sering terlihat jamaah yang tertidur atau sengaja tidur karena belum istirahat semalam. Sibuk dengan takbiran, banyaknya tamu di rumah, atau karena menyiapkan makanan yang akan dihidangkan pada esok harinya. Faktor seperti itu yang banyak membuat seorang muslim mengantuk di saat khatib menyampaikan khutbahnya. Bahkan hingga tidur saat Khutbah dilangsungkan.

Lantas seperti apakah keabsahan salat Idulfitri orang yang tidur saat khutbah Idulfitri? Sah atau tidak? Perlu diketahui bahwa hukum khutbah pada hari raya Idulfitri adalah sunah dan dilaksanakan setelah pelaksanaan salat Idulfitri. Hal tersebut berdasaran hadits Nabi Muhammad sebagai berikut:

شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَكُلُّهُمْ كَانُوا يُصَلُّونَ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

“Aku menghadiri salat Id bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘anhum. Semua mereka melakukan salat sebelum khutbah” [Riwayat Bukhari 963, Muslim 884 dan Ahmad 1/331 dan 346]

Berbeda dengan khutbah salat Jumat yang dilaksanakan sebelum salat Jumat, maka tidur di kala khatib sedang menyampaikan khutbahnya ada beberapa pendapat. Misalnya pendapat mazhab Imam Malik dan Hambali yang menyatakan tidurnya seseorang yang nyenyak pada saat khutbah itu membatalkan wudu dan tidur yang ringan tidak membatalkan wudu. Sehingga apabila hendak melakukan salat Jumat, wajib atas mereka yang tidur nyenyak untuk berwudu kembali.

Pada saat khatib menyampaikan khutbah setelah salat Idulfitri, sebagian umat muslim tidak mendengarkannya karena sibuk dengan salaman dengan orang sekitarnya. Atau bahkan sebagian dari mereka juga ada yang langsung pergi karena keperluan yang lain atau karena merasa tidak tertarik pada konteks khutbah tersebut.

Baca Juga :  Kapan Waktu Mandi Terbaik pada Hari Raya?

Yang seperti itu tidaklah dilarang oleh Rasulullah. Dikisahkan bahwa Rasulullah memberikan pilihan pada jamaahnya ketika beliau hendak akan berkhutbah pada salat Idulfitri. Abdullah bin Said berkata:

إِنَّا نَخْطُبُ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ

“Sesungguhnya kami akan berkhutbah, barangsiapa yang ingin tetap duduk untuk mendengarkan maka duduklah dan siapa yang hendak pergi maka pergilah”. (HR. Abu Daud)

Dari keterangan tersebut jelas sudah bahwa Rasulullah tidak mewajibkan jamaahnya untuk tetap mendengarkan khutbah salat Idulfitri pada hari itu. Tetap di tempat guna mendengarkan khutbah atau meninggalkan tempat tersebut sama-sama diperbolehkan.

Jikalau seperti itu, pergi dari tempat salat tanpa mendengarkan khutbah salat Idulfiitri saja diperbolehkan. Apalagi hanya tidur atau tertidur pada saat khatib menyampaikan khutbahnya. Hal seperti itu diperbolehkan dan tetap tidak membatalkan salat Idulfitrinya. Apalagi jika seseorang tersebut hendak mendengarkan khutbah shalat Idulfitri tetapi ia tidak sengaja tertidur (karena kurangnya istirahat pada hari sebelumnya atau karena faktor lainnya), maka ia tetap mendapatan pahala layaknya orang yang sedang mendengarkan khatib. Senada dengan hadits Nabi Muhammad:

إنما الأعمال با النية

“Segala amal perbuatan tergantung pada niatnya”

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here