Tidak Sengaja Berbicara Saat Shalat, Apakah Shalat Batal?

0
320

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa ketika kita sedang melaksanakan shalat, kita dilarang untuk berbicara, baik sedikit maupun banyak. Berbicara meskipun sedikit dapat membatalkan shalat. Namun bagaimana jika kita tidak sengaja berbicara saat shalat, apakah shalat batal? (Baca: Apakah Tersenyum Membatalkan Shalat?)

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai hukum tidak sengaja berbicara saat shalat atau mungkin karena lupa. Menurut kebanyakan ulama Syafiiyah, tidak sengaja berbicara saat shalat atau karena lupa, dan tidak banyak, hukumnya tidak membatalkan shalat. Namun jika berbicara banyak meskipun tanpa sengaja, yaitu melebihi enam kalimat, maka shalatnya batal.

أن يتكلم ناسياً ولا يطول كلامه، فمذهبنا لا تبطل صلاته، وبه قال جمهور العلماء مِنْهُمْ ابْنُ مَسْعُودٍ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَابْنُ الزُّبَيْرِ وَأَنَسٌ وَعُرْوَةُ ابن وَعَطَاءٌ وَالْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ وَالشَّعْبِيُّ وَقَتَادَةُ وَجَمِيعُ الْمُحَدِّثِينَ وَمَالِكٌ وَالْأَوْزَاعِيُّ وَأَحْمَدُ فِي

رِوَايَةٍ وَإِسْحَاقُ وَأَبُو ثور وغيرهم رضي الله عَنْهُمْ

Seseorang berbicara karena lupa dan pendek pembicaraannya, maka menurut pendapat kami (ulama Syafiiyah) shalatnya tidak batal. Ini juga pendapat kebanyakan para ulama, di antaranya adalah Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ibnu Al-Zubair, Anas, Urwah, ‘Atha, Hasan Al-Bashri, Al-Sya’bi, Qatadah, semua ahli hadis, Imam Malik, Al-Auza’i, Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya, Ishaq, Abu Tsaur, dan selain mereka.

Dalil yang menjadi dasar pendapat ini adalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ مِنَ اثْنَتَيْنِ ، فَقَالَ لَهُ ذُو اليَدَيْنِ : أَقَصُرَتِ الصَّلاَةُ ، أَمْ نَسِيتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَصَدَقَ ذُو اليَدَيْنِ فَقَالَ النَّاسُ : نَعَمْ ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَصَلَّى اثْنَتَيْنِ أُخْرَيَيْنِ ، ثُمَّ سَلَّمَ ، ثُمَّ كَبَّرَ ، فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ

Baca Juga :  Salat Jenazah, Apakah Alfatihah Harus Dibaca setelah Takbir Pertama?

Rasulullah Saw menyelesaikan shalatnya yang baru dua rakaat, Dzul Yadain berkata kepada Beliau; Apakah shalat diqashar atau anda lupa, wahai Rasulullah? Maka Rasulullah Saw berkata; Apakah benar yang dikatakan Dzul Yadain? Orang-orang menjawab; Benar. Maka Rasulullah Saw bediri dan mengerjakan shalat dua rakaat yang kurang tadi kemudian memberi salam. Kemudian beliau bertakbir lalu sujud seperti sujudnya (yang biasa) atau lebih lama lagi kemudian mengangkat kepalanya.

Dalam hadis ini, Dzul Yadain, Rasulullah Saw dan para sahabat berbicara kemudian mereka melanjutkan shalatnya. Ini menjadi dalil bahwa berbicara saat shalat tanpa sengaja dan sedikit tidak membatalkan shalat.

Sementara menurut Imam Abu Hanifah, Imam Al-Nakha’i, berbicara dalam shalat, meskipun sedikit dan tanpa sengaja, membatalkan shalat. Ini karena selain bacaan shalat, tidak boleh berbicara apapun saat shalat. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim berikut;

إِنَّ هَذِهِ الصَّلاَةَ لاَ يَصْلُحُ فِيْهَا شَيْءٌ مِنْ كَلاَمِ النَّاسِ إِنَّمَا هِيَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيْرُ وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ

Shalat ini tidak boleh di dalamnya ada sesuatu dari perkataan manusia. Shalat itu hanyalah tasbih, takbir dan bacaan Al-Quran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here