Tidak Menyela Rambut Saat Mandi Junub, Apakah Mandinya Sah?

0
29

BincangSyariah.Com – Terdapat sebagian orang yang hanya menyiram rambut kepalanya saat mandi junub tanpa menyela-nyela rambutnya. Apakah seseorang yang tidak menyela rambut saat mandi junub itu dinilai sah?

Pada dasarnya, menyela rambut saat mandi junub hukumnya adalah sunnah. Selama air sampai pada seluruh bagian kepala dan seluruh bagian rambut,  maka tidak ada keharusan menyela rambut saat mandi junub.

Hal ini karena yang wajib saat mandi junub adalah meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk ke seluruh bagian kepala dan rambut. Jika seluruh bagian kepala dan rambut sudah terkena air dengan hanya disiram saja, maka menyela rambut hukumnya sunnah, tidak wajib.

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان إذا اغتَسل من الجَنابة بدأ فغَسل يديه، ثمَّ يتوضَّأ كما يتوضَّأ للصَّلاة، ثم يُدخِلُ أصابَعه في الماء، فيُخلِّلُ بها أصولَ شَعْرِه ثمَّ يصبُّ على رأسه ثلاثَ غُرَف بيديه، ثمَّ يُفيضُ الماءَ على جِلدِه كلِّه

Sesungguhnya Nabi Saw ketika mandi dari junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.

Namun jika terdapat bagian kepala atau rambut yang tidak bisa terkena air kecuali dengan cara menyela rambut, maka dalam keadaan seperti ini menyela rambut hukumnya menjadi wajib. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Manar Al-Qari berikut;

تخليل الشعر في الغسل مستحب أثناء صب الماء أو بعده عند الحنفية والشافعية والحنابلة في الرأس واللحية إذا أمكن وصول الماء إلى البشرة بدونه، وإلّا وجب

Menyela rambut kepala dan jenggot ketika mandi wajib hukumnya adalah sunnah saat menyiramkan air atau sesudahnya, menurut ulama Hanafiyah, Syafiiyah dan Hanabilah. Ini juga memungkinkan sampainya air pada kulit tanpa menyela rambut. Jika air tidak sampai kecuali dengan menyela rambut, maka menyela rambut hukumnya menjadi wajib.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan ini dapat diketahui bahwa jika air sampai ke seluruh bagian kepala dan rambut dengan hanya disiram, maka mandi junub sah meskipun tanpa menyela rambut. Namun jika air tidak sampai ke seluruh bagian kepala dan rambut kecuali dengan menyela rambut, maka menyela rambut hukumnya menjadi wajib, dan jika tidak menyela rambut maka mandinya tidak sah.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here