Tidak ke Masjid Karena Uzur, Apakah Tetap Dapat Pahala Jamaah?

0
1491

BincangSyariah.Com – Fatwa para ulama menetapkan agar masyarakat mengurangi kegiatan sosial termasuk acara keagamaan seperti shalat jamaah dan lainnya selama musim penularan virus corona. Tapi apakah tidak ke masjid karena wabah virus termasuk uzur yang membolehkan tidak jamaah ke masjid, sehingga ia tetap dapat pahala?

Menurutu para ulama, jika seseorang tidak dapat jama’ah ke masjid karena uzur, maka tetap dapat pahala. Mana dalilnya? Orang sekarang kan serba tanya dalil. Kurang tren kalau tidak disertai rujukan dalil.

ﻗَﺎﻝَ: ﺇِﺑْﺮَاﻫِﻴﻢُ ﺃَﺑُﻮ ﺇِﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞَ اﻟﺴَّﻜْﺴَﻜِﻲُّ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺃَﺑَﺎ ﺑُﺮْﺩَﺓَ، ﻭَاﺻْﻄَﺤَﺐَ ﻫُﻮَ ﻭَﻳَﺰِﻳﺪُ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﻛَﺒْﺸَﺔَ ﻓِﻲ ﺳَﻔَﺮٍ، ﻓَﻜَﺎﻥَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﻳَﺼُﻮﻡُ ﻓِﻲ اﻟﺴَّﻔَﺮِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺃَﺑُﻮ ﺑُﺮْﺩَﺓَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺃَﺑَﺎ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻣِﺮَاﺭًا ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: «ﺇِﺫَا ﻣَﺮِﺽَ اﻟﻌَﺒْﺪُ، ﺃَﻭْ ﺳَﺎﻓَﺮَ، ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﻤَﻞُ ﻣﻘﻴﻤﺎ ﺻَﺤِﻴﺤًﺎ»

Ibrahim, Abu Ismail As-Saksaki mendengar Abu Burdah bahwa ia menemani Yazid bin Abi Kabsyah dalam perjalanan. Yazid melakukan puasa. Abu Burdah berkata bahwa ia mendengar berkali-kali dari Abu Musa bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika seseorang sakit atau bepergian maka dia dicatat seperti pahala orang yang melakukan amal ibadah dalam keadaan berdomisili dan sehat” (HR Bukhari)

Hadis ini memang secara teks mengarah kepada puasa. Namun sudah digali dalilnya oleh para ulama juga berlaku untuk ibadah shalat:

ﻭَﻗَﺎﻝَ اﻟﺴُّﺒْﻜِﻲُّ اﻟْﻜَﺒِﻴﺮُ ﻓِﻲ اﻟْﺤَﻠَﺒِﻴَّﺎﺕِ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﺎﺩَﺗُﻪُ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔً ﻓَﺘَﻌَﺬَّﺭَ ﻓَﺎﻧْﻔَﺮَﺩَ ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﺛَﻮَاﺏُ اﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ

As-Subki senior berkata dalam Al-Halabiyat: “Seseorang yang kebiasaan shalat berjamaah kemudian kesulitan melakukan jamaah -ia pun shalat sendirian- maka tetap dicatat pahala berjamaah” (Fathul Bari 6/137)

Demikian pula dikuatkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani:

Baca Juga :  Kenapa Kita Dilarang Istinja dengan Tangan Kanan?

ﻭَﺃَﻳْﻀًﺎ ﻓَﻔَﻀْﻞُ اﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ﺣَﺎﺻِﻞٌ ﻟِﻠْﻤَﻌْﺬُﻭﺭِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﻴَﺄْﺗِﻲ ﻓِﻲ ﻫَﺬَا اﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻣِﻦْ ﺣَﺪِﻳﺚِ ﺃَﺑِﻲ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻣَﺮْﻓُﻮﻋًﺎ ﺇِﺫَا ﻣَﺮِﺽَ اﻟْﻌَﺒْﺪُ ﺃَﻭْ ﺳَﺎﻓَﺮَ ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﻤَﻞُ ﺻَﺤِﻴﺤًﺎ ﻣﻘﻴﻤﺎ

Keutamaan pahala jamaah tetap diperoleh bagi orang yang mendapat uzur, berdasarkan hadis yang terdapat dalam riwayat Al Bukhari dari Abu Musa secara marfu’: “Jika seseorang sakit atau bepergian maka dia dicatat seperti pahala orang yang melakukan amal ibadah dalam keadaan berdomisili dan sehat” (Fathul Bari 2/136)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here