Tertinggal Bacaan Takbir Imam saat Salat Idulfitri, Bagaimana Hukumnya?

0
774

BincangSyariah.Com – Salat Idulfitri adalah salat yang istimewa karena hanya dikerjakan setahun sekali dan merupakan sunah yang sangat dianjurkan. Dalam salat Idulfitri disyariatkan membaca takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama yang dibaca setelah doa iftitah dan sebelum ta’awuz. Serta pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima kali sebelum membaca ta’awuz.

Namun bagi makmum yang tertinggal salat dan hanya mendapati dua atau tiga sisa takbir imam, maka dia cukup mengikuti imam melakukan dua atau tiga takbir yang tersisa. Sebab membaca takbir saat salat Idulfitri hukumnya sunah, yang mana jika ditinggalkan tidak berdosa akan tetapi makruh.

Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar mengatakan bagi seseorang meninggalkan semua bacaan takbir tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua tersebut, maka salat Ied yang dikerjakan tetap sah dan tidak perlu melakukan sujud sahwi di akhir salat. Akan tetapi tentu saja orang tersebut telah kehilangan keutamaan untuk mendapatkan pahala yang sempurna saat salat Ied.

Begitu pula jika tidak melakukan bacaan-bacaan takbir karena lupa dan baru ingat ketika pertengahan membaca surah, menurut Imam Nawawi berdasarkan pendapat mayoritas ulama, orang tersebut tidak perlu kembali untuk membaca takbir. Sementara itu, menurut pendapat yang lemah dari salah satu pendapat dalam mazhab syafi’I mengatakan harus mengulang bacaan-bacaan takbir tersebut.

Pahala membaca takbir sudah diperoleh minimal dengan membaca takbir berikut ini.

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر

Artinya; Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada tuhan selain Allah, Maha besar Allah.

Atau dengan takbir yang lebih panjang seperti berikut

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد بيده الخير، وهو على كل شيئ قدير

Baca Juga :  Nisab Zakat Fitrah 2020 dalam Kilogram, Liter, dan Rupiah

Artinya; Tidak ada tuhan selain Allah semata, tak ada sekutu bagi-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Atau boleh juga melafal takbir yang biasa dibaca masyarakat, seperti lafal takbir berikut;

الله اكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان اله بكرة وأصيلا

Artinya; Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here