Telaah Hadis Shalat Kafarat pada Hari Jumat Terakhir di Bulan Ramadan

0
603

BincangSyariah.Com – Seperti sudah musim, beredar kembali broadcast terkait shalat kafarat pada hari jumat terakhir di bulan ramadan yang disebut mampu menggantikan shalat yang pernah ditinggalkan selama hidupnya. Berikut hadisnya,

“Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum’at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud (tasyahud akhir saja, tanpa tasyahud awal), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X.”

Niatnya: ” Nawaitu Usholli arba’a raka’atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta’alaa”

Lantas, bagaimana kualitas dalil shalat kafarat pada hari jumat terakhir di bulan ramadan ini ? Apakah benar mampu menambal shalat yang ditinggalkan selama hidup?

Setelah ditelusuri, ternyata sholat kafarat yang diyakini dapat menambal sholat yang lupa, ada pada kitab al-Maudhu’at karya Ibnu Jauzi, sebuah kitab yang berisi hadis-hadis palsu, berikut penjelasannya:

إِنِّي عَصَيْتُ رَبِّي، وَأَضَعْتُ صَلاتِي، فَمَا حِيلَتِي؟ قَالَ: حِيلَتُكَ بَعْدَ مَا تُبْتَ وَنَدِمْتَ عَلَى مَا صَنَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ ثَمَانِ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَة الْكِتَابِ مَرَّةً وَخَمْسًا وَعِشْرِينَ مَرَّةً قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ.

فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ صَلاتِكَ فَقُلْ بَعْدَ التَّسْلِيمِ أَلْفَ مَرَّةٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الامي فَإِن الله عزوجل يَجْعَلُ ذَلِكَ كَفَّارَةً لِصَلَوَاتِكَ.

وَلَوْ تَرَكْتَ – صَلاةَ -[الصَّلاةِ] مِائَتَيْ سَنَةٍ.

Saya maksiat pada Tuhanku, dan saya meninggalkan shalat, jadi apa yang perlu kamu lakukan? Dia berkata: Setelah kamu taubat dan kamu menyesal atas yang kamu perbuat , itu saya memutuskan dengan salat Jumat malam, sebanyak delapan rakaat dibaca dalam setiap rakaat, membaca surat fatihah 1 kali kemudian bacaan  qul huaAllahu ahad 25 kali.

Jadi jika kamu melakukan sholat, maka membacalah setelah salam  seribu kali, maka Allah bersholawat atas nabi Muhammad yang ummi (shallahu ala muhammadin niyyi al-ummi. maka sesungguhnya Allah azza wa jalla menjadikan kafarat itu sebagai sholatmu. Walaupun kamu meninggalkan selama dua ratus tahun.

Baca Juga :  Penafsiran Ayat "Fantasyiru Fi Al Ardhi" dengan Aktivitas Sosial Setelah Salat Jumat

Pada kitab al-Maudhu’at menurut Ibn al-Jauzi bahwa, hadis diatas disimpulkan statusnya palsu disebabkan sanadnya tidak diketahui.

Selajutnya dari pendapat Syekh Ibnu Hajar al-Haitami pada kitab Tuhfah al-Muhtaj,

وأقبح من ذلك ما اعتيد في بعض البلاد من صلاة الخمس في هذه الجمعة عقب صلاتها زاعمين أنها تكفر صلوات العام أو العمر المتروكة وذلك حرام أو كفر لوجوه لا تخفى

Yang buruk adalah tradisi di sebagian daerah berupa shalat 5 waktu di jumat ini (jumat akhir Ramadhan) selepas menjalankan shalat jumat, mereka meyakini shalat tersebut dapat melebur dosa shalat-shalat yang ditinggalkan selama setahun atau bahkan semasa hidup, yang demikian ini adalah haram atau bahkan kufur karena beberapa sisi pandang yang tidak samar.

Jadi hadis terkait sholat kafarat mampu melebur dosa sholat-sholat yang tinggalkan semasa hidup dipandang haram oleh Syekh Ibnu hajar al-Haitami seorang ulama fikih madzab Syafi’i, karena hadis tersebut ada kesamaran, maksudnya samar ialah dalil tidak memiliki sanad yang jelas.

Karena sesungguhnya pada kitab Sunan Abu Dawud karya Imam Abu Dawud dijelaskan bahwa, jika lupa tidak melakukan sholat, maka gantilah sholat tersebut ketika ingat, karena sesungguhnya tidak ada sholat kafarat untuk menggantinya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا، لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ

Diceritakan kepada kami Muhammad ibn Katsir, dikabarkan kepada kami oleh Hamam, dari Qotadah, dari Anas bin Malik, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: barang siapa lupa mengerjakan suatu sholat, maka hendaknya  dia menegerjakannya ketika dia ingat, tidak ada kafarat baginya kecuali demikian. (HR. Abu Dawud).

Baca Juga :  Keutamaan Shalat Dhuha di Hari Jumat

Dengan demikian disimpulkan bahwa, kewajiban bagi umat muslim adalah mengerjakan sholat fardhu, jika itu ditinggalkan dengan sengaja atau tidak, ulama bersepakat  untuk menggantinya ialah dengan mengqadhanya.  Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here