Tata Cara Shalat Bagi Orang Sakit

0
454

BincangSyariah.Com – Sakit tidak serta merta menggugurkan kewajiban salat bagi seorang mukalaf. Hal tersebut berdasarkan hadis sahih, bahwa bagi orang yang sakit jika tidak mampu salat berdiri maka dengan duduk, jika tidak mampu maka berbaring. Menurut ulama Syafiiyah, sebagaimana dikutip dari Fath al-Bari karya Ibn Hajar al-Asqalani, jika masih tidak mampu maka tahapan tata cara shalat bagi orang sakit adalah sebagai berikut

ﻳﻨﺘﻘﻞ اﻟﻤﺮﻳﺾ ﺑﻌﺪ ﻋﺠﺰﻩ ﻋﻦ اﻻﺳﺘﻠﻘﺎء ﺇﻟﻰ ﺣﺎﻟﺔ ﺃﺧﺮﻯ ﻛﺎﻹﺷﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺮﺃﺱ ﺛﻢ اﻹﻳﻤﺎء ﺑﺎﻟﻄﺮﻑ ﺛﻢ ﺇﺟﺮاء اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭاﻟﺬﻛﺮ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﺴﺎﻥ ﺛﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﻠﺐ

Setelah tidak mampu berbaring maka isyarat dengan kepala, lalu isyarat kedipan mata, lalu menuntun Quran dan dzikir dengan mulut, kemudian dengan hati

ﻭﻗﺎﻝ ﺑﻌﺾ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺑﺎﻟﺘﺮﺗﻴﺐ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻭﺟﻌﻠﻮا ﻣﻨﺎﻁ اﻟﺼﻼﺓ ﺣﺼﻮﻝ اﻟﻌﻘﻞ ﻓﺤﻴﺚ ﻛﺎﻥ ﺣﺎﺿﺮ اﻟﻌﻘﻞ ﻻ ﻳﺴﻘﻂ ﻋﻨﻪ اﻟﺘﻜﻠﻴﻒ ﺑﻬﺎ ﻓﻴﺄﺗﻲ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﺘﻄﻴﻌﻪ

Sebagian ulama Syafiiyah menyatakan dengan urutan di atas, dan mereka menjadikan pijakan salat pada kesadaran akal. Selama akal masih sadar maka tidak gugur kewajibannya dan ia melakukannya sesuai kemampuannya (al-Hafidz Ibnu Hajar, Fath al-Bari)

Demikianlah tatacara salat bagi orang yang sakit. Urutan di atas adalah dengan sistem menggabungkan hadis dan atsar dari Sahabat Ibnu Umar.

*Ust. Ma’ruf Khozin, Pengasuh Kajian Aswaja Majalah AULA

Baca Juga :  Cara Memakmurkan Masjid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here