Tatacara Duduk Sunah Tasyahud Akhir

2
600

BincangSyariah.Com – Disebutkan dalam kitab-kitab fiqih, bahwa duduk dalam shalat dibagi dua; duduk iftirasy dan duduk tawarruk. Duduk iftirasy adalah duduk dengan beralaskan telapak kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Sedangkan duduk tawarruk adalah duduk dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri di bawah kaki kanan, kemudian pantat sebelah kiri duduk di lantai.

Kapan duduk iftirasy dan duduk tawarruk dilakukan?

Dalam mazhab Syafii, ketika duduk di antara dua sujud, duduk istirahah dan tasyahud awal disunahkan duduk iftirasy. Sementara ketika tasyahud akhir disunahkan dengan duduk tawarruk. Dalam salat, tasyahud akhir dilakukan hanya sekali, yaitu tasyahud yang disertai atau diakhiri dengan salam, sedangkan tasyahud awal adalah tasyahud yang tidak diakhiri dengan salam dan bisa terjadi lebih dari satu kali dalam salat.

Dalam kitab Shahih Sifatu Shalatin Nabi, Sayyid Assaqqaf mengatakan;

ويسن للمصلي ان يجلس في جميع صلاته مفترشا سواء في الجلوس بين السجدتين وفي جلسة الاستراحة وفي التشهد الاول. ويسن ان يجلس في التشهد الأخير سواء كان يصلي اربعا او ثلاثا او ثنتين متوركا

“Disunahkan bagi orang yang salat untuk duduk iftirasy pada saat duduk di antara dua sujud, duduk istirahah dan tasyahud awal. Dan disunahkan pada saat tasyahud akhir, baik ketika salat empat rakaat, tiga rakaat atau dua rakaat, untuk duduk tawarruk.”

Ketentuan bahwa tasyahud akhir disunahkan dengan duduk iftirasy adalah berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Abi Humaid Assa’idi, dia berkata, (di antaranya);

فَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ

“Jika Nabi Saw. duduk pada rakaat kedua, (maka) beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya (iftirasy). Kemudian ketika duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan (menjulurkan di bawah kaki kanan) kaki kirinya, menegakkan kaki kanannya, kemudian duduk di atas tempat duduknya.”

Baca Juga :  Tips Salat Khusyuk menurut Pengarang Kitab "Fathul Muin"

Juga disebutkan dalam hadis lain riwayat Imam Abu Daud dari Abi Humaid Assa’idi, dia berkata (di antaranya);

حتى إذا كانت السجدة التي فيها التسليم أخر رجله اليسرى وقعد متوركا على شقه الأيسر

“Ketika Nabi Saw. sampai pada rakaat yang di dalamnya terdapat salam, maka beliau mengeluarkan kaki kirinya duduk tawarruk pada sisi kirinya.”

Dalam hadis riwayat Imam Ibnu Hibban dan Albaihaqi juga disebutkan;

حتى اذا كانت السجدة التي تكون خاتمة الصلاة أخرج رجله اليسرى وقعد متوركا على شقه الايسر

“Ketika Nabi Saw. sampai pada sujud terakhir dari pelaksanaan salat, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan duduk tawarruk pada sisi (pantat) sebelah kiri.”

Ketiga hadis di atas menjadi hujah yang kuat bahwa tatacara duduk pada tasyahud awal dan tasyahud akhir berbeda. Tasyahud awal disunahkan duduk iftirasy, sementara tasyahud akhir disunahkan duduk tawarruk.

2 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum
    Begini pak. Saya tidak bisA duduk seperti itu malah kaki saya sakit akhirnya saya duduk denganposisi semampunya saya. apakah shalat saya masih bisa diterima ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here