Tata Krama Masuk Kamar Mandi Menurut al-Ghazali

0
342

BincangSyariah.Com – Islam adalah agama yang ramah. Ramah pada pemeluknya, ramah lingkungan, dan ramah pada siapa saja. Islam adalah agama yang perhatian. Lebih-lebih pada pemeluknya. Mulai dari masuk kamar tidur, kamar mandi, kamar makan, kamar orang lain, sampai hal-hal terkecil lainnya tidak luput dari perhatian islam. Islam memberikan rambu-rambu kehidupan yang sangat komplit untuk umat islam.

Imam Ghazali adalah salah satu imam yang membahas lengkap tentang tata krama umat Islam dalam beraktivitas. Mulai dari makan, tidur, berjalan, masuk kamar mandi, dan lain-lain.

Kitab Bidayatul Hidayah adalah termasuk salah satu kitab karangan beliau. Di dalamnya lengkap pembahasan tentang tata krama dalam kehidupan sehari-hari walau tak selengkap karangannya yang lain, Ihya’ Ulumiddin.

Adapun adab atau tata krama masuk kamar mandi (buang air kecil/besar dan lain-lain) menurut Imam Ghazali adalah sebagai berikut:

Saat masuk kamar mandi lebih mendahulukan kaki kiri daripada yang kanan dan ketika keluar mendahulukan kaki yang kanan dari pada yang kiri.

Satu, tidak membawa sesuatu yang bertuliskan asma Gusti Allah Swt. dan Nabi Muhammad saw (azimat/cincin, kitab, dan lain-lain).

Kedua, memakai penutup kepala (songkok, handuk, dan lain-lain) dan alas kaki (sandal/sepatu kecuali ada larangan membawa alas kaki-pen). Lebih-lebih BAK/BAB di tempat yang terbuka.

Ketiga, Membaca doa masuk dan keluar dari kamar mandi. Saat kita lupa membaca doa masuk, maka dianjurkan membaca dalam hati ketika berada di dalam kamar mandi.
Masuk:

باسم الله اعوذ بالله من الرجس النجس الخبيث المخبث الشيطان الرجيم

Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dari najis yang kotor dan membuat kotor, yaitu setan yang terkutuk. 

 غفرانك الحمد لله الذي اذهب عني ما يؤذي وابقى في ما ينفعني

Baca Juga :  Sepuluh Kemuliaan Ziarah ke Makam Nabi Saw

Semoga Allah senantiasa mengampuni, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku apa yang menjadi penyakit, dan tetap memberikan yang manfaat dalam tubuhku. 

Keempat, tidak bersuci di tempat berhadats kecil (BAK/BAB) demi menghindari percikan najis.
Kelima, berdeham dan memijit bagian bawah kemaluan dengan tangan kiri ketika selesai BAK/BAB

Membuka pakaian (buka aurat) ketika sudah masuk kamar mandi. Bukan membuka pakaian di luar kamar mandi.
8. Bertumpu (lebih condong) pada kaki bagian kiri saat BAK/BAB.
9. Tidak berdiri saat BAK kecuali darurat. Misalkan susah duduk karena memiliki penyakit, sakit pinggang (kebiasaan orang Arab berobat dg cara kencing berdiri ketika sakit pinggang), dan atau khawatir terkena percikan najis.
10. Menggunakan tangan kiri saat bersuci dari BAK/BAB.
Itulah tata krama masuk kamar mandi yang disampaikan oleh Imam Ghazali. Kita sebagai umat Islam sangat baik ketika terus berpegangan pada agama dalam menjalani kehidupan walau dalam hal yang terkecil. Allah Ta’ala A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here