Tata Cara Shalat Witir Secara Lengkap

6
7424

BincangSyariah.Com – Kebanyakan ulama sepakat shalat witir hukumnya sunah muakkadah, shalat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Shalat witir termasuk shalat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Saw. Bahkan Beliau mewasiatkan kepada sahabat Abu Hurairah agar selalu melaksanakan shalat witir. Dalam sebuah hadis riwayat imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata;

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Kekasihku, Nabi Muhammad Saw. mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur.”

Tentang waktu pelaksanaan shalat witir ulama fiqih sepakat bahwa pelaksanaannya dimulai setelah melaksanakan shalat isya sampai terbitnya fajar subuh. Dengan demikian, meski sudah tiba waktu shalat isya akan tetapi belum melaksanakan shalat isya, maka tidak boleh melaksanakan shalat witir. Hal ini karena waktu shalat witir dimulai setelah melaksanakan shalat isya, bukan hanya semata waktu shalat isya sudah tiba.

Dalam pelaksanaan shalat witir sendiri terdapat kelonggaran sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Bila khawatir tidak mampu melaksanakan di akhir malam, maka hendaknya melaksanakan di awal malam. Namun lebih baik dan lebih utama shalat witir dilaksanakan di akhir malam.

Jumlah rakaat shalat witir paling sedikit satu rakaat, sedangkan paling banyak adalah sebelas rakaat. Rakaat shalat witir harus ganjil dan tidak boleh genap; satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat, sembilan rakaat atau sebelas rakaat.

Apabila shalat witir lebih dari satu rakaat, misalnya tiga rakaat, maka boleh dilaksanakan tiga rakaat sekaligus dengan satu salam, atau dipisah dengan tasyahud dan salam pada rakaat kedua, kemudian melanjutkan satu rakaatnya. Menurut ulama, cara terakhir ini lebih utama.

Baca Juga :  Orang yang Sibuk Bekerja, Dapatkah Meraih Kemuliaan Ramadan?

Kemudian ketika bulan Ramadan, shalat witir dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah dan melakukan doa qunut setelah pertengahan bulan Ramadan. Berikut tata cara shalat witir secara lengkap.

Niat shalat witir sebagai berikut;

Lafal niat shalat witir satu rakaat;

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’aalaa

“Saya niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala”

Lafal niat shalat witir dua rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rok’ataini lillahi ta’ala

“Saya niat shalat sunah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Lafal niat shalat witir tiga rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalatsa roka’atin lillahi ta’ala

“Saya niat shalat sunah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”

Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surah Al-A’la. Rakaat kedua membaca surah Al-Kafirun. Rakaat ketiga membaca surah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain.

6 KOMENTAR

  1. […] Untuk pelaksanaan, shalat Tarawih di rumah sama saja dengan masjid. Melaksanakan shalat tarawih minimal dua rakaat dan maksimal tidak terbatas. Karena semua riwayat tentang rakaat shalat tarawih tidak ada yang menunjukkan penegasan bahwa hanya jumlah tersebut yang benar dan yang lain salah. Maka jika shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat, maka 20 rakaat adalah rakaat tarawih yang dikerjakan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam dan 3 rakaat shalat witir. Rakaat shalat witir, boleh ditambah hingga tidak lebih dari 11 rakaat dan boleh dikurangi hingga hanya 1 rakaat. Pada intinya, rakaat shalat witir boleh dilakukan sesuai kemampuan asalkan rakaatnya ganjil. Untuk tata cara pelaksanaan, silahkan lihat disini […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here