Hukum dan Tata Cara Shalat Sunnah Thawaf

1
397

BincangSyariah.Com – Sebagaimana diketahui bahwa thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran merupakan salah satu rangkain ibadah haji. Ibadah haji dinilai tidak sah tanpa melakukan thawaf ini. Termasuk perkara yang disunnahkan setelah melakukan thawaf adalah melakukan shalat sunnah dua rakaat. Shalat ini kemudian disebut dengan shalat sunnah thawaf. (Baca: Sejarah Lari Kecil dalam Thawaf dan Sai)

Disebutkan bahwa shalat sunnah thawaf ini diutamakan untuk dilaksanakan di belakang Maqam Ismail. Jika tidak memungkinkan, maka boleh dilaksanakan di Hijir Ismail dan Masjidil Haram. Dalam kitab Hasyiyatul Bujairimi ‘alal Khatib, Imam Al-Bujairimi menyebutkan bahwa shalat sunnah thawaf ini termasuk shalat sunnah yang utama. Beliau berkata sebagai berikut;

وحاصل التفضيل أن تقول أفضل النفل صلاة عيد الأضحى، ثم الفطر، ثم كسوف الشمس، ثم خسوف القمر، ثم ركعتا الفجر ثم الاستسقاء، ثم الوتر، ثم بقية الرواتب المؤكدة، ثم الرواتب غير المؤكدة، ثم التراويح، ثم الضحا، ثم ركعتا الطواف ثم التحية ثم الإحرام

Simpulan keutamaan shalat sunnah secara urut adalah shalat Idul Adha, shalat Idul Fitri, shalat gerhana matahari, shalat gerhana bulan, shalat sunnah fajar, shalat istisqa, shalat witir, shalat rawatib muakkad, shalat rawatib ghairu muakkad, shalat tarawih, shalat dhuha, shalat dua rakaat tawaf, shalat tahiyyatul masjid, shalat sunnah ihram. (Baca: Sudah Ihram, Tapi Gagal Melanjutkan Rangkaian Umrah Akibat Wabah Corona, Apakah Wajib Mengulang Umrah?)

Adapun mengenai tata cara shalat sunnah thawaf adalah sebagai berikut;

Pertama, niat melakukan shalat sunnah thawahf sebanyak dua rakaat. Berikut niatnya;

أُصَلِّيْ سُنَّةً الطَّوَافِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatat thawaafi rok’ataini lillaahi ta’ala.

Aku shalat sunnah thawaf dua rakaat karena Allah.

Baca Juga :  Fatwa Habib Salim bin Jindan tentang Salah Baca Al-Quran Saat Berdakwah

Kedua, pada rakaat pertama setelah surah Al-Fatihah disunnahkan membaca surah Al-Kafirun dan rakaat kedua disunnahkan membaca surah Al-Ikhlas.

Ketiga, setelah salam kemudian membaca doa berikut;

اَللَّهُمَّ اَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ اَتَيْتُكَ بِذُنُوْبٍ كَثِيْرَةٍ وَاَعْمَالٍ سَيّئَةٍ وَهَذَا مَقَامُ اْلعَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ فَاغْفِرْلِيْ اِنَّكَ اَنْتَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allohumma ana ‘abduka wabnu ‘abdika ataituka bi zunubin kastirotin wa a’malin sayyiatin wa haza maqomul ‘a-izi bika minan nari faghfirli innaka antal ghafurur rohim.

Ya Allah, saya adalah hambaMu dan anak hambaMu, saya datang kepadaMu dengan dosa yang banyak dan perbuatan yang buruk. Ini adalah tempat orang berlindung kepadaMu dari api neraka. Maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penyayang.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here