Tata Cara Shalat Sunnah Agar Terbebas dari Utang

3
1927

BincangSyariah.Com – Dalam buku Panduan Shalat Sunah Lengkap, KH. Muhammad Sholikhin menyebutkan bahwa shalat sunnah agar terbebas dari utang disebut dengan shalat li qadhaid dain. Shalat ini bertujuan sebagai sarana doa kepada Allah agar diberikan kemudahan membayar utang sehingga bisa terbebas dari lilitan utang. (Baca: Terlilit Utang? Baca Doa yang Diajarkan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib Ini)

Shalat li qadhaid dain berjumlah empat rakaat dengan dua kali salam dan dikerjakan ketika terlilit banyak utang. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut;

Pertama, niat melakukan shalat sunnah dua rakaat dengan niat sebagai berikut;

اُصَلِّيْ سُنَّةً لِقَضَاءِ الدَّيْنِ  رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan li qadhai daini rok’ataini lillaahi ta’aala.

Saya shalat dengan tujuan cepat membayar utang dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Kedua, pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surah Al-Falaq sebanyak sepuluh kali. Sementara pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah membaca surah Al-Kafirun sebanyak sepuluh kali.

Ketiga, setelah salam kemudian membaca doa berikut;

سُبْحًانَ اْلفَرْدِ الصَّمَدِ الَّذِيْ رَفَعَ السَّمَوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ اْلمُنْفَرِدِ  بِلاَ صَاحِبَةٍ وَلاَ وَلَدٍ

Subhaanal fardish shomadil ladzii rofa’as samaawaati bi ghairi ‘amadin al-munfaridi bilaa shoohibatiw walaa waladin.

Maha Suci Allah Yang Maha Esa dan tempat bergantung semua makhluknya, Dzat Yang meninggikan langit tanpa tiang, Yang Maha Esa, tanpa istri dan tanpa anak.

Keempat, kemudian dilanjutkan melakukan shalat sunnah dua rakaat lagi dengan niat sebagai berikut;

اُصَلِّيْ سُنَّةً لِقَضَاءِ الدَّيْنِ  رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan li qadhai daini rok’ataini lillaahi ta’aala.

Saya shalat dengan tujuan cepat membayar utang dua rakaat karena Allah Ta’ala. (Baca: Keutamaan Orang yang Memberi Utang)

Kelima, pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surah Al-Takatsur, Al-Ashr, dan Al-Zalzalah masing-masing tiga kali. Sementara rakaat kedua setelah Al-Fatihah membaca surah Al-Kafirun sebanyak sepuluh kali.

Baca Juga :  Hukum Mengubah Niat Jumlah Rakaat dalam Shalat Sunah

Keenam, setelah salam kemudian sujud sambil membaca doa berikut sebanyak tujuh kali;

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ التَّيْسِيْرَ فِيْ كُلِّ عَسِيْرٍ فَاِنَّ التَّيْسِيْرَ فِيْ كُلِّ عَسِيْرٍ عَلَيْكَ سَهْلٌ يَسِيْرٌ

Allohumma innii as-alukat taisiiro fii kulli ‘asiirin fa innat taisiiro fii kulli ‘asiirin ‘alaika sahlun yasiirun.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kemudahan dalam setiap kesulitan. Sesunggunya memudahkan dalam setiap kesulitan itu sangat mudah bagi-Mu.

Kemudian setelah bangun dari sujud dilanjutkan membaca dzikir berikut sebanyak sepuluh kali;

فَلِلَّهِ اْلحَمْدُ رَبِّ السَّمَوَاتِ وَرَبِّ اْلاَرْضِ وَرَبَّ اْلعَالَمِيْنَ وَلَهُ اْلكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَهُوَ اْلعَزِيْزُ اْلحَكِيْمُ

Fa lillaahil hamdu robbis samaawaati wal ardhi wa robbil ‘aalamiin. Wa lahul kibriyaa-u fis samaawaati wal ardhi wa huwal ‘aziizul hakiim.

Maka segala puji bagi Allah, Tuhan langit, bumi dan seluruh isi alam. Milik-Nya segala kebesaran di langit dan bumi, dan Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

3 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum wr wbr.
    Salat-salat khusus yang anda paparkan di ruang
    bincangsyariah, tolong senaraikan fakta-fakta yang sahih berasal dari Allah dan Rasulullah saw. dan dilakukan oleh para Sahabat terulung yang diiktiraf oleh Allah dan RasulNya.
    Anjuran ‘ amal meskipun baik MESTI berasal dari Allah dan Rasulullah. Jika sebaliknya ia merupakan DUSTA terhadap Allah dan Rasul.
    Anda tentu maklum bahwa ancaman keras dari Rasulullah saw berkenaan mengatakan/mengadakan sesuatu (yang bukan dari Rasulullah saw) tetapi mengataskan nama Rasulullah saw. – menjurus kpd menempah Neraka . Na’zubillahiminzalik.
    Sangat dihargai setiap artikel yg dimuat, harus ‘ilmiyah dan academic.
    Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here