Tata Cara Shalat Sambil Berbaring

0
1346

BincangSyariah.Com – Ketika kita tidak mampu melaksanakan shalat berdiri dan duduk, karena sakit dan lainnya, maka kita harus melaksanakannya sambil tidur miring atau sambil berbaring. Ulama telah sepakat bahwa selama kita masih bernafas, maka kita tetap wajib melaksanakan shalat fardhu. Jika tidak berdiri, maka shalat duduk. Jika tidak mampu duduk, maka shalat dengan tidur miring atau berbaring.

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Daruquthni dari Sayidina Ali, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

يُصَلِّي الْمَرِيضُ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ صَلَّى جَالِسًا فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ صَلَّى عَلَى جَنْبِهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ صَلَّى مُسْتَلْقِيًا عَلَى قَفَاهُ وَرِجْلَاهُ إلَى الْقِبْلَةِ وَأَوْمَأَ بِطَرْفِهِ

Orang yang sakit hendaknya shalat berdiri. Jika tidak mampu, maka hendaknya dia shalat duduk. Jika tidak mampu, maka hendaknya dia shalat tidur miring dengan menghadap kiblat. Jika tidak mampu, maka hendaknya dia berbaring dan kedua kakinya menghadap kiblat dan dia memberi isyarat dengan matanya.

Adapun tata cara shalat sambil berbaring adalah sebagai berikut;

Pertama, tidur berbaring dengan kedua kaki menghadap pada kiblat. Kemudian kepalanya diangkat dan di bawahnya diberi bantal sehingga wajah bisa menghadap ke kiblat, bukan ke atas.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

أَنَّهُ يَسْتَلْقِي عَلَى قَفَاهُ وَيَجْعَلُ رِجْلَيْهِ إلَى الْقِبْلَةِ وَيَضَعُ تَحْتَ رَأْسِهِ شَيْئًا لِيَرْتَفِعَ وَيَصِيرَ وَجْهُهُ إلَى الْقِبْلَةِ لَا الي السماء

Hendaknya dia berbaring telentang dan kedua kakinya menghadap kiblat, dan di bawah kepalanya diberi ganjalan hingga wajahnya menghadap kiblat, bukan ke atas.

Kedua, bertakbir dan bersedekap seperti shalat dalam keadaan berdiri.

Ketiga, rukuk dengan menundukkan kepala sedikit sambil meluruskan kedua tangan ke arah lutut.

Baca Juga :  Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Jum’at

Keempat, sujud dengan menundukkan kepala lebih ke bawah dibanding rukuk sambil meluruskan kedua tangan ke arah lutut.

Kelima, tasyahud dengan meluruskan kedua tangan ke arah lutut, dan jari telunjuk diangkat ketika sampai pada lafadz ‘illallah’.

Keenam, mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri sebagaimana shalat pada umumnya atau berdiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here