Tata Cara Sedekap dalam Shalat

0
3975

BincangSyariah.Com – Sedekap dalam shalat termasuk perkara yang disunahkan. Pada saat kita selesai melakukan takbiratul ihram, maka kita dianjurkan untuk bersedekap. Terkait tata cara sedekap dalam shalat, para ulama berbeda pendapat. Berikut tata cara sedekap dalam shalat menurut ulama empat mazhab, sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Fiqh ‘ala Mazahib al-Arba’ah.

Pertama, menurut ulama Malikiyah, tata cara bersedekap dalam shalat adalah dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dengan posisi di atas pusar dan di bawah dada, baik bagi laki-laki dan perempuan.

Kedua, menurut ulama Hanafiyah, tata cara sedekap bagi laki-laki adalah dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dengan melingkarkan ibu jari dan kelingking di pergelangan tangan sehinga keduanya bertemu dan posisinya di bawah pusar. Sementara bagi perempuan adalah dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada dengan tanpa melingkarkan jari di pergelangan tangan.

Ketiga, menurut ulama Syafi’iyah, tata cara bersedekap dalam shalat adalah dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan posisinya di bawah dada dan di atas pusar serta sedikit ditarik ke samping sebelah kiri, dan jari-jari tangan kanan direnggangkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Keempat, menurut ulama Hanabilah, tata cata bersedekap dalam shalat adalah dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan posisinya di bawah pusar, baik bagi laki-laki dan perempuan.

Masyarakat Muslim di Indonesia, kebanyakan mengikuti tata cara sedekap menurut ulama Syafiiyah, yaitu meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan posisinya di bawah dada dan di atas pusar serta sedikit ditarik ke samping sebelah kiri. Salah satu tujuan mengapa ditarik sedikit ke samping sebelah kiri adalah karena letak hati berada di sebelah dada kiri.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tuhfatul Habib berikut;

والمستحب عند الشافعية: أن يجعلهما تحت الصدر فوق السرة، مائلاً إلى جهة اليسار؛ لأن القلب فيها، فتكونان على أشرف الأعضاء، وعملاً بحديث وائل بن حجر السابق: رأيت رسول الله صلّى الله عليه وسلم يصلي، فوضع يديه على صدره، إحداهما على الأخرى

“Menurut ulama Syafiiyah, dianjurkan untuk meletakkan kedua tangan di bawah dada dan di atas pusar dengan sedikit condong ke sebelah kiri, karena hati berada di sebelah kiri. Sehingga keduanya berada di atas anggota tubuh yang paling mulia. Selain itu, juga untuk mengamalkan hadis riwayat Wa-il bin Hajar di atas, ‘Saya melihat Rasulullah Saw shalat, dan beliau meletakkan kedua tangannya di atas dadanya, satu tangannya di atas yang lain.”

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here