Tata cara Shalat Tahajud

0
265

BincangSyariah.Com-Tahajud termasuk shalat yang paling disunahkan. Shalat sunnah ini selalu dikerjakan oleh Rasulullah. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Shalat paling utama (afdhal) ialah shalat malam (shalah al-lail) setelah shalat fardhu” (HR: Muslim). Shalat lail yang dimaksud dalam hadis di sini adalah shalat tahajud. Bagaimana tata cara shalat tahajud itu sendiri?

Tata cara mengerjakan shalat tahajud adalah sebagai berikut:

Niat Tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

 

 Usholli Sunnatan Tahajudi Rok’ataaini Mustaqbilal Qiblati Lillaahi Taa’ala

Artinya:

Aku salat sunah tahajud dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’aala

Waktu Tahajud

Kalau waktu malam dibagi dua, waktu yang paling utama mengerjakan tahajud ialah separuh akhir malam. Shalat tahajud boleh dikerjakan dengan syarat sudah tidur sebelumnya dan telah mengerjakan salat isya.

Jumlah Raka’at

Minimal raka’at tahajud adalah sejumlah dua raka’at dan jumlah maksimalnya tidak dibatasi, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yang terpenting orang yang melakukan shalat tahajud harus menjadikan shalat terakhirnya shalat witir (shalat ganjil).

Keutamaan

Selain hadis yang disebut di atas, ada banyak ayat dan hadis yang menjelaskan keutamaan salat sunah tahajud ini.Di antaranya hadis riwayat al-Tirmidzi dan al-Thabarani. Dalam riwayat al-Tirmidzi dan al-Thabarani disebutkan, “Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam sebab sholat malam merupakan kebiasaan orang-orang soleh sebelum kalian, pendekatan diri kepada Allah, penebus dosa, dan mengusir penyakit dari tubuh” (HR: al-Tirmidzi dan al-Thabarani).

Baca Juga :  Ini Dua Hal yang Disunahkan Ketika Takbir Salat Jenazah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here