Tata-cara Pelaksanaan Akikah Sesuai Tuntunan Nabi Saw.

0
573

BincangSyariah.Com – Ketika seseorang melakukan akikah untuk anaknya, maka dia perlu memperhatikan tata cara pelaksanaan akikah sebagaimana telah diajarkan oleh Nabi Saw. Hal ini karena akikah memiliki tata cara tertentu yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan akikah tersebut baik dan sempurna sesuai tuntunan Nabi Saw.

Terdapat dua hadis Nabi Saw. yang menjelaskan tata cara pelaksanaan akikah. Hadis pertama diriwayatkan Imam Ahmad dan Ashabus Sunan, yaitu Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Daud dan Nasa’i dari Samurah bin Jundub. Sedangkan hadis kedua diriwatkan Imam Ahmad dari Adhobi. Kedua hadis tersebut sebagai berikut.

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

“Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, rambutnya dicukur dan kemudian diberi nama.”

عن عائشة انها قالت:  السنة شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ عن الغلام  وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاة تطبخ جدولا ولا يكسر لها عظم ويأكل ويطعم ويتصدق وذلك يوم السابع

“Diriwayatkan dari Sayidah Aisyah, dia berkata; sunah dua ekor kambing yang sama untuk anak laki-laki, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Kemudian dimasak dengan setiap anggotanya dipisah, jangan dipatah-patahkan tulangnya, kemudian dimakan, dibagikan dan disedekahkan.”

Dari kedua hadis di atas, dapat dipahami bahwa tata cara melakukan akikah sebagaimana diajarkan Nabi Saw. sebagai berikut;

  1. Menyembelih hewan akikah.

Sebelum menyembelih hewan akikah, dianjurkan untuk berdoa, membaca basmalah dan membaca takbir. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Abi Syaibah berikut.

اللهم منك ولك عقيقة فلان بسم الله الله اكبر ثم يذ بحها

“Membaca doa ‘Allahumma minka wa laka, aqiqa..(sebutkan nama), lalu membaca basmalah dan Allahu Akbar, kemudian menyembelih hewan akikah.”

  1. Mencukur rambut bayi
Baca Juga :  Memuliakan Masjid dengan Doa

Mencukur rambut bayi ini dilakukan setelah menyembelih hewan akikah. Dianjurkan mencukur rambut sampai habis, namun mencukur sebagian juga dibolehkan.

  1. Memberi nama

Memberi nama pada bayi dianjurkan untuk diumumkan pada masyarakat, lebih-lebih setelah melakukan akikah. Hadis di atas memberikan keterangan bahwa setelah menyembelih hewan akikah dan mencukur rambut, selanjutnya bayi tersebut diberi nama. Hal ini sebagaimana telah dikatakan oleh Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitabnya Alfiqhul Islami Wa Adillatuhu sebagai berikut;

ويستحب حلق رأس المولود في اليوم السابع من ولادته وان يسمى فيه بعد ذبح العقيقة

“Dianjurkan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh kelahirannya, kemudian diberi nama setelah menyembelih hewan akikah.”

  1. Membagikan daging hewan akikah.

Daging hewan akikah boleh dimakan, kemudian dibagikan dan disedekahkan kepada fakir miskin dan orang-orang sekitar. Disunahkan untuk membagikan hewan kurban yang telah dimasak, bukan dalam keadaan mentah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad, dari Adhobi;

تطبخ جدولا ولا يكسر لها عظم ويأكل ويطعم ويتصدق وذلك يوم السابع

“Kemudian daging hewan akikah tersebut dimasak dengan setiap anggotanya dipisah, jangan dipatah-patahkan tulangnya, kemudian dimakan, dibagikan dan disedekahkan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.