Tata Cara Mendapatkan Kesunahan Mencium Hajar Aswad

1
1233

BincangSyariah.Com – Mencium hajar aswad adalah keinginan bagi setiap orang yang beribadah haji atau umrah. Keinginan ini sering kali terhambat akibat banyaknya umat Islam yang berebut mendapatkanya. Bagaimana tata cara yang benar dalam berbagai kondisi untuk memperoleh kesunahan mencium hajar aswad? (Baca: Doa Saat Melihat atau Mencium Hajar Aswad)

Di antara kesunahan dalam rangkaian ibadah thawaf haji atau umrah ialah mencium hajar aswad. Kesunahan ini berdasarkan hadis riwayat ‘Umar:

روي أنه جاء إلى الحجر الأسود فقبله فقال إني أعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع ولولا أني رأيت النبي يقبلك ما قبلتك

Diriwayatkan bahwa Umar mendatangi hajar Aswad kemudian menciumnya., lalu umar berkata “Saya mengetahui bahwa sesungguhnya kamu (hajar aswad) tidaklah memberikan bahaya dan kemanfaatan, andaikan aku tidak melihat Nabi menciummu, maka aku tidak akan menciumu.”

Untuk memperoleh kesunahan mencium hajar Aswad tersebut sepertinya sangat sulit sebab para jamaah haji datang dari berbagai negara dalam waktu dan tempat yang bersamaan. Andaikan memaksakan diri mendatangi dan berebut mencium hajar Aswad mungkin dapat berpotensi menyakiti diri sendiri akibat berdesakaan dan berebut. Bahkan akibat berebutan itu tidak sedikit mengakibatkan bahaya bagi orang lain. Ada yang terjatuh karena terdorong-dorong, bahkan sampai meninggal. Hal demikian tidak diperkenankan oleh agama, sebagaimana penjelasan dalam I’anah al-Thalibin (juz 2, vol 338) :

وَلَا يُزَاحِمُ لِلتَّقْبِيْلِ، بَلْ تَحْرُمُ المُزَاحَمَةُ لَهُ وَلِلاِسْتِلَامِ إِن آذى غَيْرَهُ أَوْ تَأَذَّى بِهِ، لِقَوْلِهِ (ص): يَا عُمَرُ، إِنَّكَ رَجَلٌ قَوِيٌّ، لَا تُزَاحِمْ عَلَى الحَجَرِ فَتُؤْذِيَ الضَّعِيْفَ. إِنْ وَجَدْتَ خُلْوَةً، وَإِلَّا فَهَلِّلْ وَكَبِّر

Dan jangan berdesakan untuk mencium hajar Aswad, bahkan diharamkan berdesakan guna mencium dan mengusapnya bila melukai orang lan atau diri sendiri. Sebab ada ucapan Nabi kepada umar: ‘Hai umar, sesungguhnya kamu seorang lelaki yang kuat, janganlah berdesakan atas hajar Aswad, karena kamu akan membuat sakit orang yang lemah, walaupun dalam keadaan sepi. Karena itu, cukuplah baca tahlil dan takbir.”

Syekh Abu Bakar Syatha dalam karyanya I’anah al-Thalibin memberikan tatacara untuk memperoleh kesunahan mencium hajar aswad dalam beberapa kondisi:

Baca Juga :  Hukum Puasanya Orang yang Mengeluarkan Darah

Pertama, di saat suasana sepi atau tidak berpotensi menimbulkan bahaya baik kepada diri sendiri maupun orang lain, maka disunahkan mendatangi hajar aswad dan mengusap lalu mencium kemudian meletakkan jidat di atasnya, serta mengulangi tata cara tersebut sebanyak tiga kali.

Kedua, dalam kondisi tidak mampu mencium hajar Aswad maka dicukupkan dengan mengusapnya dengan secara bertahap. Pertama, menggunakan tangan kanan. Kedua, bila tidak memungkinkan maka dengan tangan kiri. Ketiga, pertama dan kedua tidak mungkin dilaluinya maka dengan menggunakan tongkat atau benda lain yang ada pada genggaman tanganya. Setelah mengusap dengan tahap yang dikuasainya maka ciumlah apa yang telah dipakai untuk mengusapnya.

Ketiga, bilamana mengusap tidak mampu dilakukanya maka cukup hanya dengan memberikan isyarah ke arah hajar Aswad dengan tangan atau benda yang ada ditanganya, kemudian mencium apa yang telah digunakan untuk berisyarah. Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here