Tata Cara Membasuh Tangan yang Buntung saat Wudu

0
463

BincangSyariah.Com –  Saat wudu, kita wajib membasuh kedua tangan dari ujung jari hingga kedua siku. Namun, terkadang kita menjumpai sebagian orang yang tangannya terpotong atau buntung hingga sampai sikunya. Apakah orang tersebut masih wajib membasuh sikunya? Dan bagaimana tata cara membasuhnya?

Dalam kitab Nihayatul Muhtaj disebutkan bahwa hukum membasuh tangan yang buntung hingga siku diperinci sebagai berikut.

Pertama, jika ada lengan tersisa di bawah siku, maka wajib hukumnya dibasuh sebagaimana membasuh lengan tangan pada umumnya hingga air mengalir.

Kedua, jika terpotong tepat di siku, maka wajib membasuh tulang sikunya yang masih ada. Ini menurut pendapat yang sahih dan diikuti kebanyakan ulama.

Ketiga, jika terpotang di atas siku, maka sunah membasuh lengan di atas sikunya.

Keempat, jika menggunakan tangan buatan, maka tidak wajib membasuhnya.

Dalam kitab Nihayatul Muhtaj, Imam Arramli berkata sebagai berikut;

فَإِنْ قَطَعَ بَعْضَهُ أَيْ بَعْضَ مَا يَجِبُ غَسْلُهُ وَجَبَ غَسْلُ  مَا بَقِيَ  لِخَبَرِ { إذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ } وَلِأَنَّ الْمَيْسُورَ لَا يَسْقُطُ بِالْمَعْسُورِ  أَوْ  قَطَعَ مِنْ مِرْفَقِهِ بِأَنْ سَلَّ عَظْمَ ذِرَاعِهِ وَبَقِيَ الْعَظْمَانِ الْمُسَمَّيَانِ بِرَأْسِ الْعَضُدِ  فَرَأْسٌ أَيْ فَيَجِبُ غَسْلُ رَأْسِ  عَظْمِ الْعَضُدِ عَلَى الْمَشْهُورِ  لِكَوْنِهِ مِنْ الْمِرْفَقِ تَفْرِيعًا عَلَى أَنَّهُ اسْمٌ لِمَجْمُوعِ الْعَظْمَيْنِ وَالْإِبْرَةِ وَهُوَ الْأَصَحُّ ، وَالثَّانِي فَرْعُهُ عَلَى أَنَّهُ طَرَفُ عَظْمِ السَّاعِدِ فَقَطْ وَوُجُوبُ غَسْلِ رَأْسِ الْعَضُدِ بِالتَّبَعِيَّةِ  أَوْ فَوْقَهُ أَيْ قَطَعَ مِنْ فَوْقِ مِرْفَقِهِ  نُدِبَ  غَسْلُ  بَاقِي عَضُدِهِ  كَمَا لَوْ كَانَ سَلِيمَ الْيَدِ لِئَلَّا يَخْلُوَ الْعُضْوُ عَنْ طَهَارَةٍ

“Jika terpotong sebagian tangan yang wajib dibasuh, maka dia wajib membasuh yang tersisa dari yang terpotong tersebut. Hal ini berdasarkan hadis, ‘Bila aku perintahkan pada kalian satu perkara, maka laksanakan sebatas kemampuan kalian.’ Juga karena ‘kelapangan tidak dapat gugur sebab adanya kesempitan.’ Atau terpotong hingga kedua sikunya dan yang tersisa hanya kedua tulang di sikunya, maka dia wajib membasuh tulang sikunya menurut pendapat yang masyhur karena ia bagian dari siku dengan pertimbangan bahwa kedua tangan adalah anggota keseluruhan dari kedua tulang siku beserta lengannya dan ini adalah pendapat yang paling sahih. Atau terpotong di atas tulang sikunya, maka dia sunah membasuh sisa lengan atasnya sebagaimana orang yang kedua tangannya sempurna agar tidak terdapati anggota tubuhnya yang tidak dia sucikan”.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here