Tata Cara Melakukan Takbir Tambahan Saat Salat Id

0
516

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, dalam salat wajib dan sunah dikenal dua takbir, yaitu takbiratul ihram dan takbir intiqal. Takbiratul ihram adalah takbir yang diucapkan di awal permulaan salat, sementara takbir intiqal adalah takbir yang diucapkan pada saat berpindah dari rukun fi’li (rukun yang bersifat gerakan) ke rukun fi’li yang lain.

Namun khusus dalam salat Idul Fitri dan Idul Adha terdapat satu takbir lagi yang disebut dengan takbir zawaid atau takbir tambahan. Takbir zawaid dalam salat Id dilakukan pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali dan pada rakaat kedua sebanyak lima kali.

Adapun tata cara melakukan takbir zawaid dalam salat Id pada rakaat pertama sebagai berikut.

Pertama, dimulai dengan takbiratul ihram dan doa Iftitah, kemudian melakukan takbir zawaid sebanyak tujuh kali. Jumlah tujuh kali berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Amr bin Auf Almuzani,

أن النبي صلى الله عليه وسلم كبر في العيدين في الأولى سبعاً قبل القراءة، وفي الثانية خمساً قبل القراءة

“Sesungguhnya Nabi Saw. bertakbir saat melakukan salat Idul Fitri dan Idul Adha pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali sebelum membaca Al Fatihah dan pada rakaat kedua sebanyak lima kali sebelum membaca Al Fatihah.”

Kedua, setiap kali melakukan takbir zawaid dianjurkan mengangkat tangan sebagaimana dalam takbiratul ihram. Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu mengatakan;

مذهبنا استحباب الرفع فيهن واستحباب الذكر بينهن

“Mazhab kami (ulama Syafiiyah) disunahkan mengangkat tangan pada saat melakukan takbir zawaid dan membaca zikir di sela-selanya.”

Ketiga, membaca zikir, takbir dan salawat kepada Nabi Saw. di sela-sela takbir zawaid. Ada beberapa lafaz zikir yang dianjurkan oleh para ulama untuk dibaca di sela-sela takbir zawaid, di antaranya yang paling masyhur sebagai berikut;

Baca Juga :  Apa yang Menghalangi Khusyuknya Shalat?

سبحان الله، والحمد لله، ولا إله الله، والله أكبر، اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، اللهم اغفر لي وارحمني

“Subhanallah wal hamdulillah wa lailaha illah wallahu akbar, allahumma shalli ala muhammadin wa ala ali muhammadin, allahumma ighfirli war hamni.”

Di antara sebagian ulama menganjurkan zikir berikut;

الله أكبر كبيراً، والحمد لله كثيراً، وسبحان الله بكرة وأصيلاً، وصلى الله على محمد وآله وسلم تسليماً كثيراً

Allahu akbar kabir wal hamdu lillahi kastira wa subanallahi bukrataw wa ashila, wa shallahhu ala muhammad wa alihi wa sallam tasliman kastira.”

Ulama yang lain menganjurkan zikir berikut;

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير

“La ilaha illahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai in qodir.”

Keempat, membaca surah Al Fatihah.

Takbir zawaid pada rakaat kedua sebagai berikut.

Pertama, setelah bangun untuk rakaat kedua, kemudian melakukan takbir zawaid sebanyak lima kali.

Kedua, setiap kali melakukan takbir zawaid dianjurkan mengangkat tangan sebagaimana dalam takbiratul ihram.

Ketiga, membaca zikir di sela-sela takbir zawaid dengan lafaz sebagaimana di atas.

Keempat, membaca surah Al Fatihah.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here