Tata Cara Khutbah Idul Fitri 2020 di Rumah Lengkap dengan Contoh Naskah

0
2393

BincangSyariah.Com – Khutbah Salat Idul Fitri sunah dikerjakan setelah Shalat Id berjamaah. Karenanya khutbah tidak disyariatkan bagi orang yang Shalat Id seorang diri. Adapun tatacara khutbah Id, secara ringkas Imam Nawawi menerangkannya dalam kitab Raudhatul Thalibin wa ‘Umdatul Muttaqin dengan redaksi berikut ini

فإذا فرغ الإمام من صلاة العيد ، صعد المنبر ، وأقبل على الناس بوجهه وسلم . وهل يجلس قبل الخطبة ؟ وجهان . الصحيح المنصوص : يجلس كخطبة الجمعة . ثم يخطب خطبتين ، أركانهما كأركانهما في الجمعة ، ويقوم فيهما ، ويجلس بينهما ، كالجمعة ، لكن يجوز هنا القعود فيهما مع القدرة على القيام . ويستحب أن يعلمهم في عيد الفطر أحكام صدقة الفطر ، وفي الأضحى أحكام الأضحية . ويستحب أن يفتح الخطبة الأولى بتسع تكبيرات متواليات ، والثانية بسبع

“Jika Imam telah selesai Shalat Id, hendaknya naik mimbar, lalu menghadapkan wajahnya ke khalayak manusia dan memberikan salam. Apakah harus didahului dengan duduk sebelum khutbah? Ada dua pendapat. Adapun pendapat yang benar dan berdasarkan nash, hendaknya duduk sebagaimana dalam khutbah jumat.

Kemudian melakukan dua khutbah yang mana rukun-rukunnya juga sama seperti rukun khutbah jumat, yang mana khatib hendaknya berdiri di kedua khutbah tersebut disertai duduk di antaranya sebagaimana khutbah jumat. Akan tetapi bedanya pada khutbah Id boleh khutbah dengan duduk meskipun khatib punya kekuatan untuk berdiri.

Dalam khutbah Idul Fitri dianjurkan untuk mengajarkan tentang hukum-hukum zakat fitrah, sedangkan pada khutbah Idul Adha tentang hukum berkurban. Kemudian dianjurkan pada pembukaan khutbah pertama bertakbir 9 kali berturut-turut dan khutbah kedua tujuh kali.”

Adapun dalam pelaksanaannya, Khatib juga harus memperhatikan rukun-rukun selama khutbah Ied. Abdurrahman al-Jaziri menjelaskan dalam kitabnya al-Fiqh ‘alaa al-Madzaahib al-arba’ah bahwa menurut madzhab Syafi’iyah setidaknya ada empat rukun khutbah yang harus diperhatikan.

Baca Juga :  Ekspresi Idul Fitri dalam Keluarga Rasulullah dan Penduduk Madinah

Pertama membaca shalawat atas Nabi Muhammad Saw. pada khutbah pertama dan kedua. Membaca salawat tersebut harus menggunakan kalimat shalla allahu ala muhammad shallahu alaihi wasallam, nama beliau harus diucapkan dengan jelas dan tidak cukup jika hanya menggunakan dhamir.

Kedua, memberikan wasiat agar bertakwa kepada Allah SWT. wasiat tersebut tidak cukup hanya dengan ancaman agar tidak tertipu dengan gemerlap dunia, khatib juga harus menekankan untuk taat kepada Allah misalnya dengan mengucapkan Atii’uu allaha wahdzaruu mukhaalafa amrihi.

Ketiga, membaca ayat Alquran pada salah satu khutbah namun lebih utama melakukannya pada khutbah pertama. Disyaratkan untuk membaca ayat secara sempurna jika surat yang dibaca pendek namun jika panjang cukup membaca sebagian ayat saja asalkan mencakup tentang balasan bagi orang beriman dan ancaman bagi orang-orang tidak beriman, tentang hukum, atau mengenai kisah-kisah umat terdahulu.

Keempat, hendaknya khatib mendoakan orang-orang mukmin dalam khutbah kedua. Doa tersebut disyaratkan mencakup tentang perkara ukhrawi seperti permohonan ampunan dan permintaan duniawi seperti rizki yang berkah dan bermanfaat.

Adapun contoh naskah khutbah Idul Fitri 2020 mengenai musibah wabah corona yang sedang menimpa umat manusia di dunia, Anda bisa baca di Khutbah Idul Fitri 2020: Menggali Hikmah dari Wabah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here