Tanda-tanda Mata Hati yang Tertutup

0
1563

BincangSyariah.Com – Hati merupakan organ terpenting yang dimiliki oleh seorang manusia, karena dengannya manusia menjadi lebih mengenal serta paham dengan Sang Pencipta.

Sebagaimana mata yang memiliki fungsi untuk melihat, hati pun demikian, hanya saja objek yang dilihat oleh kedua organ tubuh tersebut memiliki sisi perbedaan, yakni kalau mata cenderung pada sisi lahir saja, namun hati dapat melihat sesuatu yang dianggap gaib dan tak kasat mata.

Hati yang bersih nan suci menjadi  tempat bersemayam para malaikat sebagai media penerima wangsit dari Allah Swt. Sebaliknya jika hati kita kotor, firasat yang kita dapatkan bukanlah dari Allah Swt., karena didalam hati tersebut tidak ada tempat bagi para malaikat, melainkan bisikan jahat  yang bersumber dari setan.

Di bawah ini akan kami rangkum mengenai tanda-tanda orang yang tertutup mata hatinya, yang kami kutip dari Syekh Ibnu Attoillah dalam kitab al-Hikam:

اجتهادك فيما ضمن لك و تقصيرك فيما طلب منك دليل علي انطماس البصيرة منك

“Usaha kerasmu dalam hal yang sudah dijamin untukmu, dan kelalaianmu dalam hal yang dituntut darimu, adalah pertanda tertutupnya mata hatimu.” (al-Hikam).

Sesuatu yang telah dijamin untuk manusia, salah satunya yaitu  rezekinya, sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt.:

وما من دابة في الارض الا علي الله رزقها

“Tidak ada satupun makhluk hidup di muka bumi, kecuali atas Allah Swt. Jaminan rezekinya” (Q.S. Hud: 6).

Dengan ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa rezeki kita telah ditetapkan oleh Sang Maha Kuasa, baik sedikit atau pun banyaknya. Jadi selayaknya seorang hamba yang patuh terhadap-Nya itu menerima apa yang telah ditetapkan oleh-Nya dengan penuh rasa syukur, karena besar kecilnya rezeki kita merupakan kebijakan dari-Nya yang tidak dapat dinegosiasi.

Baca Juga :  Apakah Merokok Membatalkan Wudu?

Adapun hal yang dituntut dari seorang hamba ialah bukti pengabdian kepada Allah Swt. Sebagaimana disebutkan oleh-Nya;

وان اعبدواني هذا صراط مستقيم

“Dan hendaklah kamu menyembah-Ku, inilah jalan yang lurus” (Q.S. Yasin: 61).

Jadi pengabdian merupakan sesuatu yang harus diprioritaskan bagi seorang hamba demi meraih kebahagiaan di dunia maupun kelak di akhirat.

Apabila ada seseorang bekerja sekeras mungkin, dengan tujuan mencari rezeki yang sejatinya telah ditetapkan oleh Allah Swt. dan melalaikan ibadah yang seharusnya menjadi prioritas utama baginya, maka orang tersebut telah tertutup mata hatinya, sehingga tidak dapat membedakan sesuatu yang seharusnya diprioritaskan dalam kehidupannya.

Jikalau Allah Swt. selalu memberikan  dan mencukupi rezeki bagi orang kafir yang enggan untuk menyembah-Nya, bagaimana dengan orang yang beriman dan mau menyembah-Nya? Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.