Takbir Idul Adha yang Diajarkan Nabi

0
8323

BincangSyariah.Com – Ada dua hari raya besar bagi kaum Muslim yang telah ditetapkan oleh syariat, yaitu hari Idul Fitri dan Idul Adha. Seluruh kaum Muslim dituntut untuk memeriahkan perayaan kedua hari besar tersebut, di antaranya dengan menikmati berbagai hidangan makanan dan memperbanyak melantunkan dan membaca kalimat takbir.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi Saw. menyuruh para sahabat dan umatnya untuk menghiasi perayaan kedua hari raya tersebut dengan memperbanyak melantunkan takbir. Hadis dimaksud diriwayatkan Imam Atthabrani;

زينوا اعيادكم بالتكبير

“Hiasilah hari raya besar kalian dengan takbir.”

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa takbir pada hari raya Idul Adha dibagi dua; yaitu takbir mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mutlak adalah takbir yang dikumandang sejak pertama bulan Dzul Hijjah hingga hari raya Idul Adha tiba dan dilantunkan dimana saja, di pasar, jalan, rumah, masjid atau lainnya, baik sendirian atau berjemaah.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad;

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tidak ada satu haripun yang lebih agung dan dicintai Allah beramal pada hari tersebut dibanding sepuluh hari ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid pada hari-hari tersebut.”

Sedangkan takbir muqayyad adalah takbir yang dianjurkan untuk dilantunkan setelah salat wajib lima waktu, terutama setelah salat berjemaah. Takbir muqayyad ini dimulai sejak setelah subuh pada hari arafah hingga setelah salat asar pada hari terakhir hari tasyriq.

Melantunkan takbir pada hari Idul Adha sangat dianjurkan di setiap waktu dan tempat, baik di masjid atau tempat lain. Hal ini karena takbir pada hari Idul Adha merupakan syiar Islam yang harus dilakukan oleh kaum Muslim. Adapun lafadz takbir sebagai berikut;

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ ،

Baca Juga :  Setelah Jenazah Dikuburkan, Ini Perintah Nabi yang Sering Dilupakan

اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ  بُكْرَةً وَأَصِيلًا ،

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ،

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ،

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَر اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

       Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah wallahu Akbar

Allahu Akbar wa lillahil hamd

 Allahu akbar kabiro Wal Hamdulillahi katsiro wa Subhanallahi bukrotaw wa ashila

 La ilaha illallah wa la na’budu illa iyyahu mukhlishina lahud din wa lau karihal kafirun

La ilaha illallah shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah wa hazamal ahzaba wahdah

La ilaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar wa Lillahil hamd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here