Tadarus Al-Qur’an dengan Bacaan Cepat, Bolehkah?

0
520

BincangSyariah.Com –  Salah satu ibadah yang dianjurkan pada bulan Ramadan adalah memperbanyak bacaan Al-Quran karena pada bulan ini lah pula Al-Quran diturunkan, sehingga tak jarang terdengar bacaan Al-Quran dilantunkan baik di masjid bahkan musala-musala kecil sekalipun.

Pada bulan ini masyarakat muslim berlomba-lomba untuk tadarus dan mengkhatamkan al-Quran hingga yang terdengar sebagian dari bacaan mereka adalah bacaan yang cepat demi menuntaskan target khataman mereka di bulan yang penuh berkah ini walau kadang bacaan mereka terdengar tidak jelas karena tingkat kecepatannya. Lantas, bagimana hukum membaca Al-Quran dengan bacaan cepat?

Syaikh Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Al-Hasani dalam kitabnya Zubdatul Itqan fi ‘Ulumil Quran menjelaskan bahwa ada tiga cara dalam membaca Al-Quran.

Pertama, Tahqiq. Yaitu memberikan hak bagi setiap huruf dengan cara menyempurnakan bacaan mad,menahkikkan hamzah, menyempurnakan harakat, memperjelas bacaan izhar, mendengungkan bacaan ghunnah dengan bacaan tartil atau pelan dan tenang serta memperhatikan kapan diperbolehkannya berhenti atau wakaf.

Kedua, hadr. Yaitu membaca dengan bacaan cepat dan ringan. Hal ini diperbolehkan selagi tetap menjaga i’rob setiap kalimat yang ada, mendengungkan bacaan ghunnah, memperjelas bacaan izhar, serta memanjangkan bacaan yang harus dibaca panjang atau mad dengan tidak berlebihan sehingga menyebabkan bacaan tersebut tidak sah.

Ketiga, tadwir. Yaitu bacaan di antara tahqiq dan hadr atau pertengahan. Keadaan ini lah yang sering dilakukan oleh jumhur ulama.

Hal lain yang harus diperhatikan oleh orang yang membaca Al-Quran adalah tajwid. Secara bahasa, tajwid berarti hiasan bacaan. Yaitu memberikan hak dan urutan bagi setiap huruf dan menempatkan huruf kepada makhraj dan asalnya serta menyempurnakan bacaan dengan bacaan yang lembut dengan tanpa berlebihan dan sembrono.

Baca Juga :  Anjuran Menjenguk Orang Sakit

Ibn Mas’ud mengambil peran penting dalam masalah tajwid Al-Quran, sehingga Rasulullah Saw bersabda; “Siapapun yang senang membaca Al-Quran dengan bacaan sebagaimana ia diturunkan, maka bacalah dengan bacaan Ibn Ummi ‘Abd (Ibn Mas’ud)”. (H.R. Ibnu Majah). Para ulama menganggap bacaan Al-Quran tanpa tajwid sebagai sebuah kesalahan.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here