Syarat-syarat Wajib Mengerjakan Puasa

0
1275

BincangSyariah.Com – Menjalankan puasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim. Ia harus menahan diri mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Tapi ada beberapa syarat wajib harus ada pada diri orang yang sedang menjalankan puasa.

Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka ia tidak wajib menjalankan puasa. Syarat-syarat apa sajakah yang wajib dipenuhi bagi orang yang hendak menjalankan puasa? berikut penjelasannya.

 (وشرط وجوبه) ثلاثة أشياء (اسلام وتكليف، واطاقته) للصوم فلايجب على كافر أصلي بمعنى أنه لايطالب به كالمسلم والا فهو مخاطب بفروع الشريعة على الأصح ولا على صبي ومجنون ومغمى عليه وسكران ولاعلى من لايطيقه لكبر أو مرض ولايرجى برؤه ويلزمه لكل يوم مد كما مر.

Syaikhul Islam Zakariya al Anshari di dalam kitab Attahrir tersebut mengatakan bahwa syarat wajibnya puasa itu ada tiga hal:

Pertama, Islam. Maka puasa tidak diwajibkan bagi orang kafir asli (sejak lahir), berbeda dengan orang yang murtad (keluar dari agama Islam), jika ia memeluk agama Islam lagi, maka ia harus mengqadha’ seluruh puasa yang ia tinggalkan selama ia murtad. Sedangkan bagi orang yang kafir sejak lahir, maka ia tidak dituntut untuk menjalankan puasa, karena sasaran yang ditunjuk oleh syariat hanyalah kepada orang Islam saja.

Kedua, mukalaf. Mukallaf yaitu orang muslim yang telah baligh dan berakal sehat. Maka puasa itu tidak diwajibkan bagi anak kecil yang belum baligh. Adapun batas baligh bagi anak laki-laki adalah telah mengalami mimpi basah, atau telah berusia 15 tahun.

Sedangkan batas baligh bagi anak perempuan adalah telah mengalami menstruasi/haid atau telah berusia 15 tahun. Puasa juga tidak diwajibkan bagi orang gila, epilepsi atau orang mabuk. Namun, bagi penderita epilepsi dan mabuk tetap wajib meng-qadla puasa yang ia tinggalkan.

Ketiga, mampu menjalankan puasa. Maka, bagi orang yang sudah tidak mampu menjalankan puasa karena tua atau sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya tidak diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan. Namun bagi mereka tetap harus menggantinya dengan cara membayar 1 mud kepada orang miskin setiap harinya.

Sedangkan bagi orang sakit yang kesembuhannya masih ada harapan, maka mereka pun tidak diwajibkan mengerjakan puasa, namun ia harus mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan ketika ia telah sembuh.

Begitu pula bagi wanita haid dan nifas, mereka juga tidak diwajibkan menjalankan puasa karena ketidakmampuannya secara syariat, yakni masih menanggung hadas besar. Namun, bagi mereka tetap wajib meng-qadha puasa yang mereka tinggalkan. Demikianlah ketiga syarat yang mewajibkan seseorang menjalankan puasa.

Wa Allahu a’lam bis shawab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here