Syarat Saksi Nikah Menurut KH Hasyim Asy’ari

2
569

BincangSyariah.Com – Saksi nikah merupan salah satu rukun nikah. Sehingga wajib adanya dan tidak bisa ditiadakan. Jika tidak terdapat saksi, maka tidak sah pernikahan tersebut. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad:

لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل

“Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua orang saksi”

saksi nikah tidak bisa dijatuhkan pada sembarangan orang. Menurut KH Hasyim Asy’ari, syarat untuk bisa menjadi saksi nikah adalah Sembilan poin.
disebutkan dalam karyanya, kitab Dhau Al Mishbah fi Bayan Ahkam An Nikah yang pertama adalah Islam. Tidaklah sah pernikahan dengan dua saksi yang kafir, atau satu muslim satu kafir.

Baik perempuan yang dinikahkan tersebut muslimah atau kafit dzimmi. Hal tersebut disebabkan karena orang kafir tidak termasuk golongan yang layak menjadi saksi. Dalam QS At Taubah ayat 71 disebutkan:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi wali (penolong) bagi sebahagian yang lain.”

Syarat selanjutnya adalah baligh, berakal, merdeka. Sebab itu tidak sah pula sebuah pernikahan yang disaksikan anak-anak, orang gila dan hamba sahaya. Syarat kelima adalah saksi tersebut laki-laki. karena itu pula dianggap tidak sah sebuah pernikahan yang disaksikan oleh saksi-saksi perempuan. Atau satu orang laki-laki dan dua perempuan. Adapun depan hunsta (banci), maka ada kemungkinan. Sah jika kedua hunsta tersebut lebih jelas dan cenderung pada kelakiannya. Namun tidak sah jika kedua huntsa tersebut tidak menonjol kelakiannya.

Syarat selanjutnya adalah adil (terpercaya). Sebelum menentukan pilihan, alangkah lebih bijaknya jika meneliti dulu, apakah dia sosok lelaki adil yang bisa menjaga diri dan mertabatnya atau tidak, karena jika ternyata dia sosok lelaki yang fasik (tidak adil) maka pernikahan tersebut tidak sah.
Dapat mendengar, melihat, dan berbicara juga menjadi syarat menjadi saksi nikah menurut KH Hasyim Asy’ari.

Sebab itu, pernikahan tidak sah jika hanya disaksikan oleh sosok lelaki yang tuli, buta dan bisu. Ditambahkan lagi persyaratn dari yang telah disebut di atas yaitu saksi nikah tidak tercegah sebab lemahnya berfikir dan mengetahui bahasa kedua orang yang berakad (ijab qabul).

2 KOMENTAR

  1. Bagaimana jika pasangan menikah janda dan duda, jika keluarga janda tersebut tidak mau jdi wali atau tdk mau ada pernikahan lgi.
    Apa yg hrs di lakukan dlm pernikahan itu…?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here