Syarat Sah Takbiratul Ihram

0
2390

BincangSyariah.Com – Salah satu bagian rukun shalat adalah melakukan takbiratul ihram. Takbiratul ihram merupakan rukun pembuka shalat fardhu. Shalat fardhu, dan shalat lainnya, tidak sah tanpa melakukan takbiratul ihram. Agar takbiratul ihram dinilai sah dalam shalat fardhu, maka harus memenuhi syarat sahnya.

Disebutkan dalam kitab Safinatun Najah bahwa syarat sah takbiratul ihram ada 16, sebagaimana berikut;

Pertama, takbiratul ihram harus dilakukan ketika dalam keadaan berdiri di dalam shalat fardhu

Kedua, harus menggunakan bahasa arab

Ketiga, harus dengan lafaz jalalah (Allah)

Keempat, dan dengan lafaz ‘Akbar’ (Akbar)

Kelima, tertib di antara dua lafaz takbir (Allah dan Akbar)

Keenam, tidak boleh memanjangkan huruf hamzah lafaz jalalah

Ketujuh, tidak boleh memanjangkan huruf ba’ lafadz Akbar

Kedelapan, tidak boleh men-tasydid ba’ lafaz Akbar

Kesembilan, tidak boleh menambahi huruf wawu sukun atau berharakat di antara dua kalimat takbir (Allah dan Akbar)

Kesepuluh, tidak boleh menambahi wawu sebelum lafaz jalalah

Kesebelas, tidak boleh berhenti di antara dua kalimat takbir, baik berhenti lama maupun sebentar

Keduabelas, semua huruf-huruf kalimat takbir harus didengar oleh diri sendiri (orang yang shalat fardhu)

Ketigabelas, saat takbiratul ihram waktu shalat fardhu (atau shalat lainnya) telah masuk

Keempatbelas, mengerjakan takbiratul ihram saat dalam keadaan menghadap kiblat

Kelimabelas, tidak merusak satu huruf pun dari huruf-hurut kalimat takbir

Keenambelas, takbiratul ihram makmum harus dilakukan setelah takbiratul imam selesai

Semua syarat sah takbiratul ihram ini harus terpenuhi. Jika ada satu syarat yang tidak terpenuhi, maka takbiratul ihram dinilai tidak sah. Dan bila takbiratul ihram tidak sah, maka shalat secara keseluruhan tidak sah.

 

Baca Juga :  Bolehkah Membaca Alquran dengan Tujuan agar Tercapai Keinginan Duniawi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here