Syarat Sah Kumandangkan Azan

0
710

BincangSyariah.Com – Azan merupakan bagian penting dari proses pelaksanaan salat wajib lima waktu. Setiap waktu salat wajib tiba dan setiap hendak melaksanakan salat, terutama ketika salat berjemaah di masjid, kita dianjurkan untuk azan terlebih dahulu. Azan memiliki beberapa syarat yang perlu diperhatikan.

Pertama, waktu salat wajib telah tiba. Fungsi mengumandangkan azan adalah untuk menginformasikan datangnya salat wajib. Karena itu, azan tidak dikumandangkan kecuali waktu salat telah benar-benar tiba. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Saw. bersabda;

إِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَلْيُأَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُم

“Jika datang waktu salat, maka azanlah salah satu dari kalian untuk kalian.”

Kedua, muazzin harus Muslim. Azan tidak boleh dikumandangkan oleh non-muslim, karena azan termasuk dari ibadah yang hanya khusus dilakukan oleh orang Muslim.

Ketiga, Muazin sudah balig dan berakal atau mukalaf. Perintah dan anjuran azan ditujukan kepada orang yang sudah mukallaf, sehingga jika belum mukallaf maka dinilai belum cukup untuk mengumandangkan azan.

Keempat, muazin harus laki-laki. Perempuan tidak diperkenankan mengumandangkan azan, karena yang menjadi sasaran panggilan azan adalah kaum laki-laki. Dalam sebauh astar riwayat Imam Albaihaqi dari Ibnu Umar disebutakan; “Azan dan iqamah tidak diperintahkan kepada kaum perempuan.”

Namun demikian, jika ada perempuan mengumandangkan azan untuk dirinya sendiri atau untuk sesama lingkungan perempuan, maka diperbolehkan.

Kelima, tidak menambah atau mengurangi kalimat azan. Kalimat azan harus dilafalkan sesuai yang telah diajarkan oleh Nabi Saw. dan para sahabatnya. Mengurangi atau menambah kalimat azan tidak diperkenankan karena azan termasuk bagian dari ibadah yang harus sesuai dengan perintah agama.

Keenam, tertib dan berturut-turut. Kalimat azan harus dilafalkan dengan tertib sesuai urutan kalimat. Juga harus berturut-turut dan tidak boleh ada waktu pemisah yang panjang antara kalimat satu dengan kalimat selanjutnya.

Baca Juga :  Hal-Hal yang Disunahkan Saat Azan (Bagian II)

Ketujuh, melantangkan suara azan. Azan harus dikumandangkan dengan suara keras agar orang lain di sekitar dapat mendengarnya. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari berikut;

فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاء، فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Keraskan suaramu saat azan. Karena sesungguhnya tidak ada manusia, jin atau suatu apapun yang mendengar suara muazin kecuali ia menjadi saksi bagi muazin tersebut di hari kiamat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.