Syarat Khutbah Idulfitri

2
2634

BincangSyariah.Com – Selain rukun khutbah, terdapat pula syarat khutbah yang musti diperhatikan oleh khatib saat menyampaikan khutbahnya. Abdurrahman al-Jaziri menjelaskan dalam kitabnya Alfiqh ‘alaa al-Mladzaahib al-arba’ah bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai syarat-syarat khutbah Id sebagaimana berikut.

Menurut mazhab Malikiyah, khutbah Id disyaratkan harus menggunakan bahasa Arab sekalipun orang-orang ajam (selain arab) tidak mengerti isi khutbah yang disampaikan sang khatib. Selain itu, khutbah hendaknya dilaksanakan setelah salat jamaah Idulfitri, karena itu jika imam khutbah sebelum salat Id maka dianjurkan mengulang khutbah tersebut setelah salat meskipun hanya sebentar.

Menurut madzhab Hanafiyah, agar khutbah sah setidaknya disyaratkan kehadiran satu orang untuk mendengarkan khutbah. Tidak disyaratkan mengggunakan bahasa Arab.  Melaksanakan khutbah sebelum salat Id hukumnya makruh karena menurut ulama Hanafi menyalahi sunah yang dicontohkan Nabi Muhammad. Tetapi sekalipun begitu tidak perlu mengulang khutbah setelah salat.

Menurut mazhab Syafi’iyah, pertama, khatib disyaratkan mengeraskan suara selama melaksanakan rukun-rukun khutbah. Kerasnya suara minimal bisa didengar oleh empat puluh orang orang yang hadir sekalipun di antaranya ada orang yang tidak diwajibkan salat Jumat seperti anak-anak dan perempuan. Kedua; jamaah disyaratkan mendekat ke asal suara, sebab khutbah tidak sah jika suara tidak bisa terdengar dengar jelas. Ketiga, kedua khutbah dilakukan setelah salat Id, jika dilakukan sebelum salat maka tidak dianggap dan tidak gugur keharusannya melaksankan khutbah setelah salat Id.

Menurut mazhab Hanbali, khatib disyaratkan mengeraskan suara dalam kedua khutbah sekiranya terdengar oleh sejumlah orang yang sah mengerjakan salat jumat yaitu empat puluh sebagaimana pendapat Syafi’iyah. Jika suaranya tidak terdengar sebab lirihnya suara, khatib maka kedua khutbah tersebut tidak sah.

Baca Juga :  Anjuran Membaca Shalawat dalam Majelis Kebaikan

2 KOMENTAR

  1. Hutbah disampaikan dengan Bahasa Arab semua atau sebagian saja? Soalnya kebanyakan pasti Ada yg penyampaianya dengan Bahasa Indonesia, kecuali doa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here