Syarat Kebolehan Memandikan Jenazah

0
19

BincangSyariah.Com – Mengurus jenazah termasuk perbuatan terpuji dalam Islam. Bahkan hukumnya adalah fardu kifayah. Mengurus jenazah terdiri atas memandikan, mengafani, menyalati dan menguburkannya. Khusus memandikan jenazah, dalam kitab-kitab fiqih disebutkan  syarat-syarat tertentu yang perlu dimiliki oleh orang yang memandikan jenazah. Tapi ada syarat kebolehan memandikan jenazah sebagai berikut:

Syarat Kebolehan Memandikan Jenazah

Disebutkan dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu bahwa menurut ulama Hanabilah, syarat-syarat yang perlu dimiliki oleh orang yang memandikan jenazah ada tiga. Yaitu sebagai berikut;

Pertama, orang yang memandikan jenazah harus beragama Islam. Oleh karena itu, menurut ulama Hanabilah, non-muslim tidak boleh memandikan jenazah orang muslim. Hal ini karena dalam Islam, memandikan jenazah termasuk bagian dari ibadah dan non-muslim tidak berhak untuk melakukannya.

Namun menurut kebanyakan para ulama, non-muslim boleh dan sah memandikan jenazah orang muslim. Karena itu, jika ada non-muslim yang memandikan jenazah orang muslim, maka kewajiban memandikan jenazah tersebut sudah gugur bagi kaum muslimin.

Kedua, berniat memandikan jenazah. Menurut ulama Hanabilah, niat memandikan jenazah termasuk syarat bagi orang yang memandikan jenazah. Jika pada saat memandikan jenazah ia tidak berniat, maka dihukumi tidak sah. Hal ini karena dalam Islam, setiap perbuatan ibadah memerlukan niat, termasuk ketika memandikan jenazah.

Sementara menurut kebanyakan para ulama, niat memandikan jenazah hanya sunnah, bukan wajib dan bukan pula syarat. Oleh karena itu, jika seseorang memandikan jenazah, maka dia dianjurkan berniat memandikan jenazah. Namun jika dia tidak berniat, maka proses memandikan jenazah tersebut tetap dinilai sah.

Adapun niat memandikan jenazah, jika jenazahnya laki-laki, adalah sebagai berikut;

Berikut adalah niat memandikan jenazah laki-laki;

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَا الْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzal mayyiti lillahi ta’aala

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala.

Sementara jika jenazahnya perempuan, maka niat memandikannya adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzihil mayyitati lillahi ta’ala

Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (perempuan) ini karena Allah Ta’ala.

Ketiga, berakal. Orang yang tidak berakal, baik karena gila atau karena masih kecil, maka tidak boleh memandikan jenazah.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here