Syarat dan Tata-cara Shalat Qashar

1
10839

BincangSyariah.Com – Shalat wajib lima waktu merupakan kewajiban harian bagi setiap Muslim yang mukalaf. Dalam kondisi apa pun, sehat maupun sakit, sedang di rumah atau sedang bepergian, shalat wajib tersebut harus dilaksanakan sesuai kemampuan masing-masing orang. Khusus dalam kondisi bepergian, Islam memberikan keringanan (rukhsah) untuk melakukan peringkasan (qashar) shalat yang berjumlah empat rakaat, zhuhur, ashar dan isya’. Adapun shalat maghrib dan subuh, ulama sepakat tentang ketidakbolehan qashar, harus dilakukan sesuai jumlah rakaat asalnya.

Dalam surat Annisa’ ayat 101, Allah berfirman;

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ

“Ketika kalian bepergian di bumi, maka bagi kalian tidak ada dosa untuk meringkas shalat.”

Dalam kitab Al-fiqh al-Manhaji disebutkan syarat-syarat kebolehan qashar shalat sebagai berikut;

Pertama; masuk waktu shalat sudah dalam perjalanan dan melaksanakan shalat qashar ketika sedang dalam perjalanan tersebut. Perjalanan yang ditempuh minimal 80,64 km.

Berbeda ketika masuk waktu shalat yang ingin di-qashar masih belum bepergian, maka tidak boleh melaksanakan qashar shalat. Misalnya, seseorang bepergian setelah waktu zhuhur telah tiba sedangkan dia masih di rumah, maka dia tidak boleh qashar shalat zhuhur karena pada saat waktu shalat zhuhur telah tiba dia belum bepergian sehingga tidak dikatakan musafir.

Begitu juga ketika dalam perjalanan sudah masuk waktu shalat, namun dia baru melaksanakan shalat ketika tiba di rumahnya, maka dalam keadaan seperti ini tidak boleh qashar karena dia tidak dihitung musafir lagi. Atau tujuan perjalanan tidak mencapai 80,64 km, maka juga tidak boleh qashar shalat.

Kedua; seorang musafir diperkenankan melaksanakan qashar setelah melewati batas desa atau melewati bangunan atau perumahan penduduk. Begitu pula batas akhir dia boleh menggunakan hak qashar adalah ketika dia pulang dan sampai pada batas-batas di atas atau sampai pada tempat tujuan yang telah dia niati untuk dijadikan tempat mukim. Hal ini karena seseorang yang masih di dalam batas desa, perumahan atau bangunan penduduk belum dikatakan musafir.

Baca Juga :  Sunah Berkurban dengan Hewan yang Gemuk

Ketiga; seorang musafir tidak berniat mukim lebih dari empat hari di tempat tujuan. Apabila ada niatan mukim lebih empat hari, maka tempat tujuan tersebut dihitung sebagai tempat tinggalnya sehingga tidak boleh qashar. Dia boleh qashar selama dalam perjalanan saja, namun ketika sampai tempat tujuan dia wajib menyempurnakan rakaat shalatnya.

Apabila niat mukim tidak sampai empat hari, maka boleh qashar selama di tempat tujuan. Atau secara pasti tidak tahu berapa lama akan tinggal, maka boleh qashar dengan tidak melewati delapan belas hari. Ketika lewat delapan belas hari, maka wajib menyempurnakan rakaat shalatnya.

Keempat; tidak mengikuti (bermakmum) kepada imam yang melaksanakan shalat itmam (tidak meng-qashar), baik imam tersebut berstatus musafir atau muqim (tidak bepergian) atau pada imam yang masih diragukan keadaannya, apakah shalat itmam atau qashar.

Sebagaimana disebutkan di awal, qashar hanya untuk shalat zhuhur, ashar dan isya’. Sedangkan maghrib dan subuh tidak boleh di-qashar. Niat qashar shalat diungkapkan saat takbiratul ihram dalam hati, namun disunahkan melafalkan niat tersebut dengan lisan sebelum takbiratul ihram. Contoh niat qashar shalat sebagai berikut.

أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مَقْصُوْرَةً للهِ تَعَالَى

“Saya niat shalat zhuhur dua rakaat dengan di-qashar, karena Allah ta’ala.”

Atau bisa dengan niat sebagai berikut.

أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا لِلهِ تَعَالَى

“Saya niat shalat zhuhur dua rakaat  karena di-qashar, karena Allah ta’ala.”

Setelah takbiratul ihram selesai, dilanjutkan shalat dua rakaat kemudian langsung diakhiri dengan salam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here