Syarat dan Rukun Tayamum

1
40282

BincangSyariah.Com – Tayamum adalah praktik menyucikan tubuh sebagai pengganti wudhu, yang dilakukan dalam keadaaan darurat. Dalam sebuah kaidah disebutkan bahwa ‘annal badal lahu hukmul mubdal, pengganti memiliki hukum yang diganti. Kaidah ini berlaku umum dalam segala hal termasuk dalam masalah tayamum. Jika wudhu dan mandi wajib dengan air dapat menghilangkan hadas, maka begitu juga dengan tayamum sebagai penggantinya, dapat menghilangkan hadas baik hadas kecil maupun besar. Namun begitu, syarat, rukun, tata cara, dan hal-hal yang membatalkan tayamum berbeda dengan wudhu dan mandi wajib.

Syaikh Abu Syuja’ dalam Alghayah wa al-Taqrib menyebutkan bahwa syarat-syarat tayamum ada lima; ada udzur atau halangan sebab bepergian atau sakit, telah masuk waktu shalat, berusaha mencari air setelah masuk waktu shalat, berhalangan menggunakan air dan tanah suci yang berdebu.

Selanjutnya Syaikh Abu Syuja’ menjelaskan rukun tayamum yang terdiri dari empat rukun; niat, mengusap wajah, mengusap kedua tangan sampai kedua siku dan tertib atau berurutan.

Seperti dalam wudhu dan mandi wajib, niat harus diungkapkan dalam hati dan dianjurkan melafalkan dengan lisan. Dalam tayamum, niat dimulai sejak pertama kali hendak memindahkan debu ke wajah, dan melanggengkan niat tersebut hingga mengusap sebagian wajah. Contoh niat tayamum sebagai berikut;

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitut tayammuma listibahatis shalati fardhal lillahi ta’ala

Artinya: “Sengaja aku  bertayamum untuk kebolehan melakukan shalat, wajib karena Allah

Ibnu al-Qasim al-Ghazi dalam Fathul Qarib menjelaskan bahwa maksud tertib dalam tayamum adalah mendahulukan mengusap wajah sebelum mengusap kedua tangan, baik tayamum untuk hadas besar maupun hadas kecil. Apabila tertib ini tidak dipenuhi, maka tayamum-nya tidak sah.

Baca Juga :  Tata Cara Pengaturan Shaf dalam Shalat Jenazah

Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

  1. Bekerja di ladang jauh dengan air, stelah bekerja sudah masuknya waktu zuhur, bagaimana betayamum sedangkan airnya tidakada untuk mandi karena keluarnya keringat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here