Syarat Badal Haji untuk Perempuan yang Tidak Mampu Secara Fisik

0
147

BincangSyariah.Com – Ibadah haji adalah ibadah fisik, dimana setiap umat Muslim yang sedang menjalankannya dituntut untuk melakukan thawaf, sai, melempar jumrah dan lain sebagainya yang pastinya menuntut kuatnya fisik. Oleh karena itu, “mampu” dalam salah satu syarat diwajibkannya ibadah haji bagi umat Muslim tidak hanya dalam segi finansial saja, tetapi juga dalam segi fisik yang sehat. Lalu apakah boleh bagi perempuan yang sudah tidak mampu secara fisik digantikan/dibadalkan hajinya?

Bagi perempuan yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji karena memiliki fisik yang lemah/tidak mampu, tetapi memiliki finansial yang cukup, maka boleh mencari badal/pengganti untuk melaksanakan ibadah haji atas nama dirinya. Baik penggantinya itu adalah seorang perempuan juga, atau orang laki-laki. Bahkan seorang perempuan pun boleh untuk menjadi badal/pengganti bagi seorang laki-laki. Pendapat ini adalah menurut mayoritas ulama fikih dari kalangan Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Hanabilah yang menganggap bahwa “mampu” secara fisik hanyalah syarat wajibnya haji, bukan syarat pelaksanaan haji. Artinya meskipun ia tidak mampu secara fisik, tetapi mampu secara finansial maka ia boleh untuk menyuruh orang untuk melaksanakan haji atas nama dirinya. Berbeda dengan ulama Malikiyyah yang menganggap bahwa “mampu” secara fisik adalah termasuk dalam syarat pelaksanaan haji. Jadi, ketika ia tidak mampu fisiknya untuk melaksanakan haji, maka hajinya pun gugur, tidak boleh digantikan dengan orang lain.

Adapun dalil diperbolehkannya menggantikan ibadah hajinya perempuan yang tidak mampu atau perempuan boleh menjadi pengganti seorang laki-laki yang tidak mampu adalah hadis Nabi Saw. di mana terdapat seorang wanita yang menunaikan haji dari daerah Khasy’am. Ia berkata: “Wahai Rasulullah Saw. sungguh Allah telah mewajibkan haji untuk hamba-hamba Nya, sementara aku menemui ayahku sudah tua renta, ia tidak dapat menaiki kendaraan, Apakah aku boleh menggantikan hajinya?. Nabi Saw. menjawab: “iya”. (HR. Albukhari). Terdapat pula seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi Saw. seraya mengatakan: “Sungguh ibuku bernazar akan melaksanakan haji, tetapi ia belum berhaji hingga beliau wafat, apakah aku boleh menggantikan hajinya?” Nabi Saw. menjawab: “iya, hajilah sebagai gantinya, apa pendapatmu jika ibumu memiliki utang, apakah kamu akan membayarnya? Bayarlah (hak) Allah, Allah lebih berhak dipenuhi (haknya).” (HR. Albukhari).

Baca Juga :  Kapan Waktu Terbaik untuk Menyembelih Hewan Kurban?

Namun, badal/pengganti dalam melaksanakan haji tersebut memiliki syarat-syarat tertentu. Pertama, syarat bagi perempuan yang digantikan ibadah hajinya adalah ia harus termasuk orang yang lemah/tidak mampu melaksanakan ibadah haji. Yakni, ia sudah meninggal dunia, padahal ketika itu ia sudah tergolong orang yang wajib menunaikan ibadah haji dan mampu melaksanakannya atau ia telah memenuhi syarat-syarat wajibnya haji, tetapi ia tidak melaksanakan haji sampai ia menjadi orang yang lemah/tidak mampu melaksanakan haji.

Imam Alkasani mengategorikan “lemah” dengan ketidak mampuan yang tidak bisa diharapkan untuk hilang. Oleh karena itu, tidak termasuk dalam definisi “lemah” di sini adalah orang yang dipenjara (dengan batas waktu tertentu), perempuan yang sedang sakit, dan diharapkan kesembuhannya, serta perempuan yang sedang ditawan dan mungkin untuk dibebaskan.

Adapun syarat-syarat bagi pengganti/badal adalah pertama, ia harus pernah melaksanakan ibadah haji, karena Nabi Saw. bersabda:“Berhajilah untuk dirimu, lalu hajikan atas nama Syubrumah.” (HR. Abu Daud). Kedua, ia harus berniat ketika ihram untuk perempuan yang dihajikannya, dan lebih utama ia menyebutkan nama perempuan yang dibadalkan hajinya tersebut dengan mengatakan “Labbaika Allahumma An Fulanah/ Kami memenuhi panggilanmu wahai Allah dari Fulanah”.

Ketiga, ia diperintahkan oleh yang meminta ganti untuk melaksanakan ibadah haji, selain yang sudah meninggal (maka bagi keluarganya lah yang memintanya untuk menjadi badal haji). Dan keempat, sebagian ulama menyebutkan bahwa harta biaya untuk ibadah hajinya badal adalah hartanya orang yang meminta untuk menggantikan ibadah haji, atau sebagian besar saja. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here