Sore Ini Gerhana Matahari, Bagaimana Tata Cara Bacaan Surah Alquran dalam Salat Gerhana Matahari?

1
182

BincangSyariah.Com – Peristiwa gerhana matahari jarang terjadi. Gerhana matahari terakhir terjadi pada pada bulan Maret tahun ini. Sebelum itu, gerhana matahari terjadi pada tahun 1983. Jarangnya terjadi gerhana, baik matahari maupun bulan, membuat sebagian Muslim tidak akrab dengan ritual salat gerhana. Dikutip dari Kemenag.co.id, sore ini akan terjadi gerhana matahari cincin, bukan gerhana total seperti Maret lalu. Kementrian Agama merilis waktu terjadinya gerhana tersebut di berbagai daerah. Berikut rinciannya:

Yogyakarta     : 17:26:56 – 17:35

Semarang        : 17:29 – 17:35

Bandung         : 17:28 – 17:47

Jakarta             : 17:30 – 17:50

Serang             : 17:29 – 17:53

Lampung         : 17:32 – 17:57

Bengkulu         : 17:38 – 18:08

Beberapa literatur fikih Syafi’i menyebutkan bahwa bacaan salat gerhana matahari itu tidak dikeraskan bacaannya. Artinya, imam tidak perlu membaca surah-surah Alquran dengan kencang, cukup terdengar telinga sendiri saja. Ini juga pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Sebaliknya, imam sebaiknya membaca jahr dalam salat gerhana bulan. Ini yang umum diajarkan di pesantren.

Imam al-Mawardi dalam al-Hawi al-Kabir menyebutkan bahwa kesunahan membaca surah-surah Alquran saat salat gerhana bulan itu sudah disepakati kesunahannya. Sementara itu, para fukaha selain Syafi’iyyah berbeda pendapat terkait bacaan salat gerhana matahari, apakah harus dikencangkan bacaannya atau tidak.

Imam Ahmad dan Imam Abu Yusuf berpendapat bahwa bacaan salat gerhana matahari disunahkan jahr (dikeraskan). Ia mengutip riwayat Aisyah yang mendengar Rasulullah Saw. men-jahr-kan bacaan salat gerhana matahari.

Namun pendapat ini, menurut al-Mawardi, bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa dirinya salat gerhana matahari menjadi makmum bersama Nabi, dan tidak mendengar satu huruf pun keluar dari mulut Nabi. Artinya, Nabi tidak membaca jahr saat salat gerhana matahari.

Baca Juga :  Hukum Menggunakan Air Musta’mal untuk Bersuci

Lalu bagaimana al-Mawardi menyikapi perbedaan kedua riwayat ini? Menurutnya, riwayat Aisyah itu dapat ditakwil dengan dua pandangan. Pertama, kemungkinan Nabi hanya men-jahr-kan satu atau dua ayat saja dalam salat gerhana matahari itu. Namun al-Mawardi tidak menyebutkan apa ayat yang di-jahr-kan itu. Kedua, jahr yang dimaksud dalam riwayat Aisyah itu adalah jahr yang terdengar telinga sendiri. Bila takwilnya seperti ini, lantas apa bedanya dengan definisi sir dalam literatur-literatur fikih Syafi’i itu sendiri?

Ibnu Hajar al-Haitami memperkuat pendapat pendahulunya dalam Tuhfatul Muhtaj bahwa bacaan salat gerhana matahari itu disunahkan terbaca sir karena ittiba’ pada Nabi. Selain itu, salat ini juga dikategorikan sebagai salat nahariyyah, sebagaimana salat Zuhur dan Asar.

Pertanyaannya, bagaimana pendapat ulama fikih yang mempertahankan pendapat bahwa salat gerhana matahari itu disunahkan dengan bacaan sir bila seandainya imam membaca jahr pada saat salat gerhana matahari?

Pertama, makmum disunahkan tetap mendengarkan bacaan al-Fatihah imam. Setelah imam selesai membaca al-Fatihah dan imam membaca surah Alquran, makmum diwajibkan membaca al-Fatihah kemudian mendengarkan bacaannya imam. Kedua, makmum tidak perlu melakukan sujud sahwi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here