Sikap Makmum Jika Imam Menambah Rakaat Salat

0
370

BincangSyariah.Com – Ketika kita salat berjamaah, kadang imam menambah jumlah rakaat salat karena lupa. Kadang meskipun diingatkan oleh makmum dengan membaca tasbih, imam tetap melanjutkan salatnya. Bagaimana sikap makmum jika imam menambah rakaat salat seperti ini?

Jika makmum mengetahui secara pasti bahwa imam menambah jumlah rakaat salat, maka ada tiga sikap yang harus diambil oleh makmum. Agar lebih jelas, ketiga sikap tersebut sebagai berikut.

Pertama, makmum menunggu imam dengan tetap duduk tasyahud akhir hingga imam salam. Ketika imam salam, baru makmum ikut salam.

Kedua, makmum mufaraqah atau memisahkan diri dari imam dan melakukan salam duluan.

Ketiga, bagi makmum masbuk yang tidak mengetahui bahwa imam menambah rakaat, maka dia boleh mengikuti imam untuk menambah kekurangan rakaatnya. Namun jika dia mengetahui bahwa imam menambah rakaat, maka dia harus menyempurnakan jumlah rakaatnya secara munfarid atau sendirian dan tidak boleh mengikuti imam.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Ghayah Talkhisul Murad berikut;

إذا قام الإمام لخامسة وتحقق المأموم ذلك لم تجز له متابعته موافقاً كان أو مسبوقاً، ويجوز حينئذ مفارقته وانتظاره، وإن لم يعلم المسبوق أنها خامسة فتابعه فيها حسبت له

“Jika imam berdiri untuk mengerjakan rakaat kelima dan makmum yakin akan hal tersebut, maka tidak boleh bagi makmum mengikuti imamnya, baik dia menjadi makmum muwafiq (makmum yang mendapati bacaan Alfatihah bersama imam pada rakaat pertama) atau menjadi makmum masbuk. Dan boleh bagi makmum, saat demikian, memisahkan diri dari imam atau menunggunya. Jika makmum masbuk tidak mengetahui bahwa yang dikerjakan imam adalah rakaat yang kelima kemudian dia mengikuti imamnya, maka rakaatnya juga terhitung baginya.”

Salah satu alasan mengapa makmum tidak boleh mengikuti rakaat tambahan imam adalah karena rakaat tambahan tersebut bukan af’alus shalah atau perbuatan salat. Makmum wajib mengikuti imam dalam perbuatan salat. Sementara dalam perbuatan yang tidak termasuk bagian af’alus shalah, maka makmum tidak boleh mengikutinya. Hal ini sebagaimana telah dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

Baca Juga :  Hukum Bersalaman Setelah Shalat

وأما المأموم فينظر فيه فإن كان سهو الإمام في ترك فرض مثل أن يقعد وفرضه أن يقوم ، أو يقوم وفرضه أن يقعد لم يتابعه ; لأنه إنما يلزمه متابعته في أفعال الصلاة ، وما يأتي به ليس من أفعال الصلاة

“Adapun makmum, maka dia harus teliti dulu. Jika imam lupa karena meninggalkan perkara fardu, misalnya imam duduk padahal wajibnya dia harus berdiri, atau berdiri padahal wajibnya dia harus duduk, maka makmum tidak boleh mengikutinya. Hal ini karena makmum wajib mengikuti imam dalam perbuatan salat (af’alaus shalah), sementara yang dilakukan imam bukan termasuk perbuatan salat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here