Siapa yang Terbaik Melakukan Iqamah?

0
4978

BincangSyariah.Com – Azan dan iqamah merupakan dua dari banyak rangkaian salat berjamaah. Sebelum salat berjamaah didirikan, disunahkan untuk mengumandangkan azan dan iqamah terlebih dahulu. Azan merupakan seruan terhadap orang yang jauh untuk segera datang melaksanakan salat, sedangkan iqamah adalah seruan bahwa salat akan segera didirikan. Lantas, siapa yang berhak melakukan iqamah?

Berdasarkan hadis yang disebutkan Imam Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul Maram, yang berhak melakukan iqamah adalah orang yang mengumandangkan azan. Muazin lebih berhak melakukan iqamah dibanding lainnya. Hadis dimaksud bersumber dari Ziyad bin Alharist, dia berkata bahwa Nabi saw. bersabda;

وَمَنْ أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ

“Barangsiapa yang telah mengumandangkan azan, maka hendaknya dia melakukan iqamah.”

Berdasarkan hadis ini, hukum muazin melakukan iqamah adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Hal ini karena dia telah menyeru orang yang jauh untuk datang mengerjakan salat dan karena itu seruannya kepada yang dekat lebih diutamakan.

Sayidina Bilal bin Rabah sering diperintah oleh Nabi saw. untuk azan dan iqamah sekaligus. Ini menujukkan bahwa praktik azan dan iqamah dilakukan oleh satu orang telah dicontohkan oleh Nabi saw. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Amer bin Umayyah, dia bercerita;

كُنَّا مع رسولِ الله – صلى الله عليه وسلم – في بعضِ أسفارِه، فنامَ عن الصُّبحِ حتَّى طَلَعَت الشَّمسُ، فاستَيقَظَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – فقال: “تَنَحَّوا عن هذا المكان” قال: ثمَّ أمرَ بلالاً فأذَّنَ، ثمَّ تَوَضؤوا وصَلَّوا ركعَتَي الفَجرِ، ثمَّ أمرَ بلالاً فأقامَ الصَّلاةَ، فصلى بهم صلاةَ الصُّبح

“Dulu kami bersama Rasulullah saw. di sebagian perjalanan beliau. Maka beliau ketiduran dari salat subuh sampai matahari terbit. Lalu beliau bangun seraya berkata; ‘Menyingkirlah dari tempat ini.’ (Amer bin Umayah ) berkata; ‘Kemudian Nabi saw. memerintahkan Bilal untuk azan. Lalu mereka berwudu dan salat sunah qabliyah fajar dua rakaat. Kemudian beliau memerintahkan Bilal untuk mengiqamati salat. Maka beliau salat Subuh bersama mereka.”

Dalam hadis ini disebutkan, bahwa Nabi saw. memerintahkan Bilal untuk azan sekaligus iqamah. Untuk itu, muazin lebih berhak dan lebih dianjurkan untuk iqamah dibanding lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here