Bolehkah Melakukan Sholat Gerhana di Kantor atau Rumah?

2
7105

BincangSyariah.Com – Melakukan sholat gerhana matahari secara berjemaah itu sunah menurut mayoritas ulama. Ulama fikih berbeda pendapat mengenai hukum berjemaah dalam shalat gerhana bulan. Di dalam kitab al-Majmu‘ karya al-Nawawi disebutkan demikian.

وَصَلَاةُ كُسُوفِ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ بِالْإِجْمَاعِ لَكِنْ قَالَ مَالِكٌ وَأَبُو حَنِيفَةَ يُصَلَّى لِخُسُوفِ الْقَمَرِ فُرَادَى وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ كَسَائِرِ النَّوَافِلِ

Shalat gerhana matahari dan bulan itu sunah muakad sesuai ijmak ulama. Akan tetapi, Imam Malik dan Abu Hanifah berpendapat bahwa shalat gerahana bulan cukup dilakukan sendirian. Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakat sebagaimana shalat sunah lainnya.

Mengenai dianjurkan shalat gerhana bulan secara sendiri di rumah atau di tempat manapun, Imam al-Kasani yang bermazhab Hanafi mengatakan demikian dalam kitab Bada’i al-Shonai’.

وَأَمَّا خُسُوفُ الْقَمَرِ فَالصَّلَاةُ فِيهَا حَسَنَةٌ لِمَا رَوَيْنَا عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنَّهُ قَالَ «إذَا رَأَيْتُمْ مِنْ هَذِهِ الْأَفْزَاعِ شَيْئًا فَافْزَعُوا إلَى الصَّلَاةِ» وَهِيَ لَا تُصَلَّى بِجَمَاعَةٍ عِنْدَنَا، وَعِنْدَ الشَّافِعِيِّ تُصَلَّى بِجَمَاعَةٍ

Shalat gerhana bulan di rumah itu baik, karena riwayat yang kami dapatkan dari Nabi menyebutkan bahwa beliau bersabda, “Ketika kalian melihat fenomena mengagetkan ini, segeralah shalat.” Shalat gerhana bulan ini tidak dianjurkan berjemaah menurut mazhab kami (Hanafi), tetapi sunah berjemaah menurut mazhab Syafii.

Menurut mazhab Hanafi, riwayat mengenai shalat gerhana bulan berjemaah yang riwayatnya sampai pada Nabi itu tidak valid. Oleh karena itu, selain shalat fardu lima waktu, menurut mazhab Hanafi, dianjurkan shalat di rumah. Ini kecuali shalat sunah yang memang terdapat riwayat dari Nabi. (Tata Cara Sholat Gerhana Matahari Lengkap Terjemah dan Latin)

Imam al-Nafrawi yang bermazhab Malik berpendapat dalam kitab al-Fawakih al-Dawani berpendapat bahwa melaksanakan shalat gerhana bulan di rumah itu lebih utama. Beliau berkata:

Baca Juga :  28 Juli Akan Terjadi Gerhana Bulan, Ini Tata Cara Salatnya

وليس في صلاة خسوف القمر جماعة، وليصل الناس عند ذلك أفذاذا لأنها مستحبة على المعتمد، ففعلها في البيوت أفضل

Shalat gerhana bulan itu tidak dianjurkan jemaah. Karena itu, umat Muslim hendaknya melaksanakan shalat gerhana bulan tersebut sendiri-sendiri. Shalat gerhana bulan sendiri itu disunahkan menurut pendapat yang muktamad (kuat). Melakukan shalat gerhana bulan di rumah itu lebih utama.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ulama sepakat bahwa shalat gerhana matahari itu disunahkan berjemaah di lapangan ataupun di masjid. Sementara itu, shalat gerhana bulan tetap dianjurkan berjemaah menurut mazhab Syafii dan Hanbali. Menurut mazhab Hanafi dan Maliki, shalat gerhana bulan lebih baik dilakukan sendiri-sendiri di rumah masing-masing. Saat tidak sempat di rumah, melakukannya di musala kantor juga sama saja. Wallahu a‘lam bis showab.

2 KOMENTAR

  1. […] Adapun jika gerhana matahari atau gerhana bulan terjadi di akhir waktu shalat wajib, dan jika mendahulukan shalat khusufusy syamsi atau khusuful qomar menyebabkan shalat wajib tidak dilaksanakan tepat waktu, maka dalam keadaan seperti ini wajib melakukan shalat wajib terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan melaksanakan shalat khusufusy syamsi atau khusuful qomar jika tetap masih terjadi gerhana. (Bolehkah Melakukan Sholat Gerhana Sendirian di Kantor atau Rumah?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here