Hukum Melaksanakan Shalat Sunah Rawatib Secara Berjemaah

1
9562

BincangSyariah.Com – Shalat rawatib termasuk shalat sunnah yang biasa dikerjakan oleh kaum muslim. Umumnya shalat ini dikerjakan sendirian di masjid sebelum dan sesudah melaksanakan shalat fardhu. Namun ada sebagian masjid yang mengerjakan shalat rawatib dengan cara berjemaah. Bagaimana hukum melaksanakan shalat sunah rawatib secara berjemaah? (Doa Nabi Setelah Shalat Sunah Rawatib)

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa shalat rawatib termasuk shalat sunnah yang tidak disunnahkan untuk dikerjakan secara berjemaah. Shalat rawatib sebaiknya dilakukan sendirian, terutama di rumah. Namun jika dilakukan secara berjemaah, maka hukumnya boleh dan tetap dinilai sah namun tidak mendapatkan pahala shalat berjemaah.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

قال أصحابنا تطوع الصلاة ضربان (ضرب) تسن فيه الجماعة وهو العيد والكسوف والاستسقاء وكذا التراويح علي الاصح (وضرب) لا تسن له الجماعة لكن لو فعل جماعة صح وهو ما سوى ذلك

Ulama kami (Syafiiyah) berkata, ‘Shalat sunnah dibagi dua macam. Pertama, disunnahkan untuk dikerjakan secara berjemaah, yaitu shalat ‘id, shalat gerhana, istisqa’ dan juga shalat tarawih menurut pendapat yang paling shahih. Kedua, tidak disunnahkan untuk dikerjakan secara berjemaah akan tetapi jika dikerjakan secara berjemaah hukumnya sah. Shalat tersebut adalah selain shalat-shalat sunnah yang sudah disebutkan di awal.

Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, Habib Abdurrahman juga mengatakan sebagai berikut;

وَقِسْمٌ لَا تُسَنُّ له الْجَمَاعَةُ وهو الرَّوَاتِبُ التَّابِعَةِ لِلْفَرَائِضِ وَغَيْرِهَا كَالضُّحَى وَأَفْضَلُهَا الْوِتْرُ

Dan satu bagian tidak disunnahkan melakukan shalat sunnah secara berjemaah, yaitu shalat-shalat rawatib, dan lainnya, dan yang paling utama adalah shalat witir.

Meski demikian, shalat rawatib secara berjemaah ini bisa merubah hukumnya menjadi disunnahkan jika bertujuan mengajari orang lain agar terbiasa melakukan shalat sunnah rawatib. Jika bertujuan demikian, maka melaksanakan shalat rawatib hukumnya sunnah dan mendapatkan pahala berjemaah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Habib Abdurrahman dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

Baca Juga :  10 Syarat Sah Membaca Salam dalam Shalat

تباح الجماعة في نحو الوتر والتسبيح فلا كراهة في ذلك ولا ثواب نعم إن قصد تعليم المصلين وتحريضهم كان له ثواب

Dibolehkan berjemaah dalam seumpama shalat witir dan tasbih, tidak ada kemakruhan dan tidak pula mendapatkan pahala. Iya, jika bertujuan mengajari orang yang shalat (agar gemar shalat sunnah) dan mendorong mereka, maka shalat sunnah secara berjemaah mendapat pahala karena niat baiknya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here