Shalat Sambil Menggendong Anak, Bagaimana Hukumnya?

0
1311

BincangSyariah.Com – Ada seorang ibu yang memiliki anak yang sangat manja. Kemanapun ibunya pergi, ia selalu minta diajak dan digendong. Dia tidak ingin jauh-jauh dari ibunya. Dimaklumi memang, karena usia sang anak kurang dari 5 tahun. Bahkan ketika ibunya ingin shalat, ia tetap minta digendong. Akhirnya, sang ibu tetap shalat sambil menggendong anak agar tidak menangis. Saat hendak sujud, anaknya ia turunkan. Ketika sudah bangun dari sujud, anaknya ia gendong kembali. Lalu bagaimana hukum sholatnya ibu tersebut?

Untuk menjawab soal kasus tersebut, kita bisa merujuk pada sebuah hadis berikut yang disebutkan dalam kitab Bulughul Marom, h. 45,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي وهو حامل امامة بنت زينب فاذا سجد وضعها واذا قام حملها

Kana Rasulullah shollaallahu alaihi wasallama yusholli wahuwa hamilu umamata binti zainaba faidza sajada wadlo’aha waidza qoma hamalaha

Rasulullah Saw. sholat sambil menggendong cucunya, Umamah Binti Zainab. Ketika beliau hendak sujud, maka beliau meletakkannya. Lalu ketika berdiri, beliau menggendongnya kembali. (HR. Bukhori dan Muslim)

Imam Muslim menambahkan,

وهو يؤم الناس في المسجد

Wahuwa yaummunnasa fil masjid

Pada waktu itu beliau sedang menjadi imam di masjid. (HR. Muslim)

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah Saw. pernah sholat sambil menggendong cucunya. Bahkan pada waktu itu beliau sedang bertindak sebagai imam di masjid. Dalam artian ini menunjukkan kebolehan menggendong anak kecil saat sholat.

Setidaknya ada enam pemahaman yang dapat kita ambil dari hadits di atas. Enam hal ini terdapat dalam Kitab Ibanatul Ahkam j. 1 h. 319-321,

Pertama, betapa tawaduknya nabi kita. Nabi Muhammad Saw. saat bersama dengan anak kecil dan kaum dhuafa. Sungguh kasih sayang beliau tidak bisa diragukan lagi pada umatnya.

Baca Juga :  Hukum Berhubungan Badan di Malam Hari Pada Bulan Ramadhan

Kedua, bolehnya kita membawa anak kecil masuk ke dalam masjid. Ini menjadi bantahan bagi mereka yang melarang anak kecil dibawa ke masjid dengan dalih menggannggu kekyusu’an sholat. Padahal Rasulullah Saw. saja membiarkan anak kecil ikut ke masjid. Tentunya dengan syarat mereka tidak mengotori masjid atau merusak masjid.

Ketiga, bolehnya menggendong anak kecil dalam shalat.

Keempat, kesucian pakaian dan badan anak tersebut perlu diperhatikan.

Kelima, pekerjaan yang sedikit tidak dapat membatalkan sholat. Dalam hal ini menggendong dan menurunkan anak terhitung pekerjaan yang sedikit.

Keenam, sejumlah pekerjaan dalam sholat ketika dipisah-pisah tidak dapat membatalkan sholat. Dalam artian pekerjaan tersebut tidak terus menerus dalam satu keadaan. Seperti menggendong dan menurunkan bayi dalam sholat. Dua pekerjaan tersebut tidak dilakukan secara terus menerus sehingga tidak membatalkan sholat.

Allah Ta’ala A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here