Shalat Sambil Membaca Mushaf Al-Quran, Apakah Boleh?

0
206

BincangSyariah.Com – Di sebuah masjid tertentu, pengurus masjid memiliki program mengkhatamkan Al-Quran 30 juz dalam shalat. Karena imam shalat tidak hafal seluruh Al-Quran, maka imam membaca Al-Quran dengan melihat mushaf. Sebenarnya, bagaimana hukum melaksanakan shalat sambil membaca mushaf, apakah boleh?

Menurut ulama Syafiiyah, membaca Al-Quran dengan cara melihat mushaf hukumnya diperbolehkan dan shalat tetap dinilai sah. Shalat tidak batal meskipun membaca Al-Quran dengan melihat mushaf. Bahkan melihat mushaf terkadang menjadi wajib jika tidak bisa membaca surah Al-Fatihah kecuali dengan melihat mushaf. (Baca: Manfaat Membaca Al-Quran dengan Melihat Mushaf)

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarh Al-Muhadzdzab berikut;

لَوْ قَرَأَ الْقُرْآنَ مِنْ الْمُصْحَفِ لَمْ تَبْطُلْ صَلَاتُهُ سَوَاءٌ كَانَ يَحْفَظُهُ أَمْ لَا بَلْ يَجِبُ عَلَيْهِ ذَلِكَ إذَا لَمْ يَحْفَظْ الْفَاتِحَةَ كَمَا سَبَقَ وَلَوْ قَلَّبَ أَوْرَاقَهُ أَحْيَانًا فِي صَلَاتِهِ لَمْ تَبْطُلْ

Apabila orang yang sedang shalat membaca Al-Quran dari mushaf, maka shalatnya tidak batal, baik dia hafal Al-Quran atau tidak. Bahkan dia wajib melakukan hal itu jika dia tidak hafal surah Al-Fatihah sebagamaina keterangan yang telah dijelaskan. Apabila ia sampai membolak balik lembaran mushaf, maka salatnya tetap tidak batal.

Menurut ulama Syafiiyah, melihat mushaf dalam shalat bukan termasuk bagian dari hal-hal yang membatalkan shalat. Oleh karena itu, boleh bagi seseorang membaca Al-Quran dengan melihat mushaf dan hal itu tidak membatalkan shalat. Meski demikian, membaca Al-Quran dengan hafalan tanpa melihat mushaf tetap lebih utama.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarh Al-Muhadzdzab berikut;

واحتج أصحابنا بأنه أتى بالقراءة واما الفكر والنظر فلا تبطل الصلاة بالاتفاق إذا كان في غير المصحف ففيه أولى

Baca Juga :  Dua Hal yang Menyebabkan Jinabat

Ulama kami (ulama Syafiiyah) berhujjah bahwa melihat mushaf adalah termasuk membaca Al-Quran. Adapun berfikir dan melihat, maka hal itu tidak membatalkan shalat menurut kesepakatan ulama. Namun jika membaca Al-Quran tanpa melihat mushaf, maka hal itu lebih utama.

Dalam kitab Badai-ush Shana-i’ disebutkan bahwa di antara dalil yang dijadikan hujjah kebolehan membaca Al-Quran dengan melihat mushaf adalah hadis riwayat berikut;

أن مولى لعائشة يقال له: ذكوان كان يؤم الناس في رمضان وكان يقرأ من المصحف

Sesungguhnya budak Sayidah Aisyah, yang namanya Dzakwan, beliau mengimami masyarakat ketika Ramadhan dan beliau sambil membaca mushaf.

Dengan demikian, membaca Al-Quran dengan melihat mushaf hukumnya boleh dan tidak membatalkan shalat. Meski demikian, tetap yang lebih utama adalah membaca Al-Quran melalui hafalan, tanpa melihat mushaf ketika melaksanakan shalat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here