Selain Salat Subuh, Apakah Boleh Melakukan Doa Qunut?

5
6449

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa ketika melaksanakan salat Subuh, kita disunahkan untuk melakukan doa qunut. Bahkan dalam mazhab Syafii, doa qunut termasuk bagian dari sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Jika kita lupa melakukan doa qunut, maka kita dianjurkan untuk menggantinya dengan sujud sahwi. Namun bagaimana dengan salat selain salat Subuh, Apakah boleh melakukan doa qunut?

Dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi menjelaskan bahwa ulama berbeda pendapat terkait hukum melakukan doa qunut pada salat selain salat Subuh. Ada tiga pendapat terkait masalah ini.

Pertama, boleh melakukan doa qunut di setiap salat fardu ketika terjadi musibah yang melanda kaum Muslim. Ini adalah pendapat yang masyhur dan diikuti kabanyakan ulama. Jika terjadi musibah yang menimpa kaum Muslimin seperti wabah, gempa, tsunami atau lainnya, maka kita dianjurkan melakukan doa qunut di setiap salat fardu dalam rangka mendoakan keselamatan bagi mereka. Sebaliknya, jika tidak terjadi musibah, maka kita tidak dianjurkan melakukan doa qunut kecuali dalam salat Subuh saja.

Kedua, boleh melakukan doa qunut di setiap salat fardu, baik sedang terjadi musibah atau tidak. Ini adalah pendapat Syaikh Abu Hamid dan sebagian ulama yang lain.

Ketiga, selain salat Subuh tidak boleh melakukan doa qunut, baik sedang terjadi musibah atau tidak. Ini adalah pendapat Imam Syaikh Abu Muhammad Aljuwaini.

Dari ketiga pendapat ulama di atas, maka pendapat pertama adalah yang paling sahih dan diikuti oleh kebanyakan ulama. Hal ini karena Nabi Saw. pernah melakukan doa qunut nazilah selain salat Subuh ketika para sahabat penghafal Alquran dibunuh.

Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Albaihaqi dari Ibnu Abbas, dia berkata;

Baca Juga :  Lupa Tidak Qunut Shalat Witir, Apakah Dianjurkan Sujud Sahwi?

قَنَتَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالعَصْرِ وَالمَغْرِبِ وَالعِشَاءِ وَصَلاَةِ الصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَه

“Rasulullah Saw. membaca doa qunut satu bulan berturut-turut pada salat Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya pada (rakaat) terakhir dari setiap salat. Apabila telah mengucapkan “ami’allahu liman hamidah” pada rakaat terakhir, beliau mendoakan (kehancuran) atas beberapa suku dari Bani Sulaim, yaitu Ri’l, Dzakwan, dan ‘Ushaiyyah. Sedangkan (para makmum) di belakang beliau mengucapkan amin.”

5 KOMENTAR

  1. Di masa wabah V corona,ada sebagian masjid membuat aturan sholat di jarangkan hingga 1m,INI bagai Ma’na menurut pandangan Islam ?

  2. Kita liat hadist klo sholat shaf nya harus d rapatkan masalah virus Corona jangan jadi alasan yang penting sampai d rumah kita cuci tangan sama muka dg sabun insyaallah selamat Aamiin

  3. Tidak ada ikhtilaf atau pndapat ulama mnegenai jarak sholat yg sampai 1 meter. Semua perinthnya oleh rasul merapatkan dan meluruskan…
    Ada pun yg melakukan sholat sperti itu dikatakan sholatnya munfarid (sprti sholat sndiri)nmun syah. Jadi sia sia tdak akan mndapatkan syab’atu asyarah Darajah.

    Jika memang wilayah trsebut positif corona atau zona merah pebih baik sholat drmh maka nilai sholatnya sama sprti jamaah dgn catatan ia biasa mlakukan sholat di msjid.

    Nmun jika wilyah trsebut negatif alias aman bisa jamaah dan melakukan sholat sprti yg tlah di ajarkan oleh syariat.

  4. Tetap pada anjuran pemerintah jaga jarak, di tempat saya di kasih jarak 1 meter, kita menjaga aja,..mudahan cepat berlalu wabah corona ini. Amiin

  5. Kalau naik mobil gi mana ya….ngopi..naik kereta… jln2 di mall…bisa berlaku ngak jarak 1 meter ngak yaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here