Sejarah Azan dalam Islam

0
643

BincangSyariah.Com – Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa azan pertama kali dilafalkan pada tahun pertama Hijriyah. Pengumandang azan pertama adalah sahabat Rasul yang bernama Bilal bin Rabbah yang berfungsi sebagai penanda masuknya waktu salat bagi kaum muslimin. Adapun rincian sejarah azan dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, berikut kutipan teks hadisnya :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلَوَاتِ وَلَيْسَ يُنَادِى بِهَا أَحَدٌ فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِى ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمُ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ قَرْنًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِى بِالصَّلاَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم « يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ ».

Suatu waktu ketika kaum muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul sembari menunggu waktu salat. Namun tidak seorang pun di antara mereka yang bisa memberitahukan bahwa waktu salat telah masuk. Sehingga pada suatu hari mereka bermusyarawah untuk membahas persoalan tersebut. Sebagian sahabat mengusulkan agar menggunakan lonceng sebagaimana yang digunakan oleh orang-orang Nasrani. Sebagian yang lain dengan tanduk sebagaimana digunakan oleh orang-orang Yahudi dalam upacara keagamaan mereka. Namun sahabat Umar bin Khaththab berkata “Alangkah baiknya kalian menjadikan seseorang yang bertugas untuk memanggil orang-orang salat”. Kemudian Rasulullah Saw. menyetujui usulan Umar dan berkata, “Wahai Bilal, berdirilah serta panggillah manusia untuk mendirikan salat!

Sementara itu dalam riwayat Abu Daud ada tambahan riwayat sebagai berikut:

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَمِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَرَادَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَذَانِ أَشْيَاءَ لَمْ يَصْنَعْ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ فَأُرِىَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ الأَذَانَ فِى الْمَنَامِ فَأَتَى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ « أَلْقِهِ عَلَى بِلاَلٍ »

Baca Juga :  Jalan Terdekat Menuju Allah Menurut Ibn Atha’illah

Abdullah bin Zaid berkata: “Nabi saw. berkeinginan untuk mencari cara dalam memberitahukan waktu salat (azan), namun beliau belum juga menemukannya”. Abdullah bin Zaid telah bermimpi mengenai kalimat-kalimat azan dalam tidurnya. Lalu dia mendatangi Nabi saw. untuk memberitahukan hal tersebut, kemudian Nabi saw. pun berkata “Ajarkanlah kata-kata itu kepada Bilal!”.

Di dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa pada saat Abdullah bin Zaid menceritakan mimpinya mengenai lafal-lafal azan itu kepada Rasulullah, sahabat Umar bin Khattab pun mengakui hal yang sama. Beliau juga telah bermimpi dengan mimpi yang serupa dengan Abdullah bin Zaid. Setelah itu Rasulullah saw. berseru sembari memuji Allah Swt. sebagai bentuk kegembiraan beliau dengan berita tersebut. Semenjak itu azan dijadikan sebagai pengingat masuknya waktu salat hingga Rasulullah saw. wafat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.